Stay in The know

Skincare

Kulit Kering dan Dehidrasi Berbeda, Ini penjelasannya

Kulit Kering dan Dehidrasi Berbeda, Ini penjelasannya

Mungkinkah selama ini Anda telah salah berasumsi?

Durasi baca: 1 menit


Kulit kering dan dehidrasi memiliki perbedaan yang signifikan. Jika selama ini Anda berasumsi memiliki jenis kulit yang kering, namun teksturnya masih terlihat pecah-pecah meski telah menggunakan pelembap, mungkin penyebabnya adalah kurangnya kandungan air di dalam kulit. Sebelum melanjutkan pembahasan ini, Anda harus memahami terlebih dulu bahwa keduanya tergolong dalam kategori yang berbeda yaitu jenis dan kondisi. Jenis kulit adalah bawaan lahir, sedangkan kondisi terpicu oleh faktor eksternal. 

(BACA JUGA: 4 Hal yang Jarang Anda Ketahui Penyebab Kulit Kering)


KULIT KERING

Jenis kulit ini tidak memproduksi sebum secara normal untuk melapisi permukaan epidermis. Biasanya, kekeringan tidak hanya terjadi pada wajah tetapi juga bagian tubuh lainnya—dan lebih terlihat jelas di area lipatan. Teksturnya terasa kasar dan mudah mengelupas sehingga membuat penampilan tampak kusam.  



(Foto: Taylor Hernandez/ Unsplash.com)


KULIT DEHIDRASI

Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit akan mengalami dehidrasi. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti gaya hidup, cuaca, kosmetik atau produk kecantikan yang tidak sesuai. Tanda-tanda fisik dari dehidrasi adalah kulit terasa kencang namun memiliki garis kerutan berlebih, mudah iritasi dan inflamasi. Namun, kulit dehidrasi tidak selalu memperlihatkan tampilan kering, sebab ia merangsang produksi sebum dalam kulit. Artinya, kulit berminyak juga dapat mengalami dehidrasi. 

  • PAGE
  • 1
  • 2

Author:

You Might Also LIke