Yuk, kita bahas informasi lebih lengkapnya bersama Dermatologis dari ZAP Clinic!


Saat menjalani isolasi mandiri (isoman), mungkin kita sedikit abai dengan hal-hal kecil, seperti merawat kesehatan kulit. Padahal, beberapa penderita isoman banyak yang mengeluh memiliki kelainan atau masalah pada kulitnya, baik yang berhubungan langsung dengan infeksi COVID-19 atau tidak langsung.


Lantas, apa saja sebenarnya masalah kulit yang biasa terjadi selama masa isoman? Dan, bagaimana cara tepat merawat serta mengatasinya? Untuk menjawab itu semua, kali ini dr. Novi Junita, M.Biomed, Sp.KK, seorang Dermatologis dari ZAP Clinic, akan memberikan penjelasannya kepada pembaca setia GLITZMEDIA.


Keep on reading!

(BACA JUGA: 5 Langkah Perawatan Kulit untuk Mengatasi Maskne)



RUAM KULIT

Ternyata, ruam kulit bisa menjadi salah satu gejala jika kamu terinfeksi COVID-19, dan kerap diikuti dengan sejumlah gejala lainnya. Menurut Galvan, et al., salah satu ruam yang paling sering dialami oleh penderita COVID-19 di spanyol adalah tipe makulopapular (47% dari 375 kasus), yaitu berupa ruam kemerahan atau bentol di area badan dan ekstremitas. Biasanya, ruam ini juga disertai dengan perdarahan pada kulit berupa ptechiae atau purpura, gatal, rasa terbakar, demam, nyeri otot, hingga lemas.


Meski belum diketahui secara pasti melalui jalur mana virus COVID-19 ini bisa menginfeksi kulit, namun dokter Novi menjelaskan, jika salah satunya bisa masuk melalui saluran nafas dan mukosa, kemudian menyebar ke peredaran darah sistemik atau seluruh tubuh.


Normalnya, sepertiga dari peredaran darah sistemik ini akan disuplai ke dalam kulit, sehingga virus juga bisa ikut masuk ke dalam kulit atau disebut penyebaran secara hematogen. Kemungkinan lain, virus bisa masuk ke kulit melalui kontak langsung, seperti bersentuhan dengan droplet penderita COVID-19 saat bersalaman,” tambahnya.



 

(Foto: ZAP Clinic)


 


JARI KAKI BENGKAK DAN KEMERAHAN

Covid toes juga menjadi salah satu masalah kulit akibat infeksi COVID-19. Biasanya, jari-jari kaki akan terasa nyeri, gatal, bengkak, dan kemerahan hingga keunguan. Penyebabnya karena terjadinya thrombosis vasculopathy, yang membuat peredaran darah di ujung jari terganggu sehingga suplai oksigen berkurang dan memicu inflamasi.


Tapi tenang dan tak perlu panik karena Covid toes dapat sembuh tanpa pengobatan dalam periode 1-3 minggu. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, penderita bisa mencoba kompres air hangat, menjaga suhu ruangan tetap hangat, mengganjal kaki dengan bantal waktu tidur, dan hindari merokok. Pengobatan yang dapat diberikan antara lain salep yang mengandung steroid secara topikal, pemberian nifedipine atau pentoxifyline pada kasus yang berat sesuai dengan anjuran dokter.



JERAWAT

Tak bisa dipungkiri, penderita COVID-19 yang menjalani isoman juga kerap merasa khawatir dan cemas sehingga dapat memicu stres. Namun, sayangnya hal tersebut bisa membuat hormon kortisol dan androgen dalam tubuh jadi berlebih. Perpaduan kedua hormon yang bekerja lebih aktif itulah yang akan meningkatkan aktivitas kelenjar minyak serta inflamasi pada kulit wajah, sehingga dapat menimbulkan masalah komedo dan jerawat.

 


(Foto: Depositphotos)


  


BAGAIMANA CARA MENGATASI MASALAH KULIT SAAT ISOMAN?

Selain tetap menggunakan basic skincare setiap hari, jangan lupa terapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam. Sempatkan berjemur untuk meningkatkan imun, terutama saat sedang isoman.


Jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan dokter secara online, ya! Kamu bisa menggunakan teledermatologi (telemedicine dengan Dermatologis) saat tengah isoman agar tetap bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.




Pilihlah dokter dan klinik terpercaya untuk membantu mengatasi masalah kulit secara teledermatologi, salah satunya ZAP Clinic. “Sejak 2020, ZAP sudah melayani teledermatologi melalui video call sebagai upaya untuk mengurangi mobilitas serta menurunkan risiko penularan COVID-19,” ucap Dokter Novi.

(Meichella Nancy, foto: DRAZEN ZIGIC/GETTY IMAGES)