×

Stay in The know

Skincare

Ini Akibatnya Jika Terlalu Lama Berjemur Di Bawah Sinar Matahari

Ini Akibatnya Jika Terlalu Lama Berjemur Di Bawah Sinar Matahari
Saskia Damanik

Wed, 19 August 2015 at 04.02


Memiliki kulit tanned (hitam eksotis dan glowing) sudah menjadi trend di kalangan banyak wanita di negara tropis—meskipun kulit putih tetap menjadi favorit. Cara paling mudah mendapatkan kulit tanned secara alami dengan berjemur di bawah sinar matahari. Biasanya paling umum dilakukan saat berjemur di pantai atau tepi kolam renang. 

Anda yang diharuskan melakukan aktivitas outdoor mungkin secara tak sadar membiarkan cahaya UV masuk ke dalam kulit lebih intens. Kalau sudah seperti ini, tahukah Anda berjemur atau berada di bawah paparan sinar matahari terlalu lama bisa berakibat buruk bagi kulit Anda?

Studi dari Yale University, Amerika Serikat, menemukan sebuah fakta baru bahwa, berada di bawah sinar matahari selama satu menit saja dapat menyebabkan kerusakan pada kulit Anda. Sinar radiasi ultraviolet yang menyerap ke dalam DNA Anda akan tetap bekerja selama berjam-jam, meskipun Anda tidak lagi berada di bawah sinar matahari. 

Memang, sih, Vitamin D dari cahaya matahari (di bawah jam 9 pagi) tetap dibutuhkan oleh tubuh (tulang), namun banyaknya polusi menyebabkan iklim di lingkungan sekitar menjadi tidak seimbang dan tak menentu. Akibatnya, dampak buruk pada kulit akan muncul, seperti hal-hal di bawah ini...


Ruam Pada Kulit

Ruam atau kemerahan pada kulit adalah hal paling umum yang terjadi pada kulit manusia bila terlalu lama tersengat matahari. Warna kemerahan pada kulit tersebut merupakan bentuk iritasi dari radiasi ultraviolet. Ketika itu, kulit tidak bisa memproduksi keringat sehingga keringat terperangkap di bawah kulit dan menyebabkan biang keringat. Awalnya terlihat seperti butiran-butiran keringat kecil, selanjutnya ruam-ruam ini meradang dan terasa gatal. 


Sunburn

Banyak yang mengira rasa panas dan nyeri seperti terbakar ini hanyalah efek sementara yang dihasilkan oleh sengatan sinar matahari. Untuk menghilangkan rasa tersebut pun Anda hanya perlu mengompres bagian yang terbakar dengan air dingin atau pelembap. Namun, bila kulit Anda dibiarkan terus menerus terbakar karena sengatan matahari, lama-lama kulit bisa terkena infeksi hingga kanker kulit. Menyeramkan, bukan?


Warna Kulit Tidak Merata

Warna kulit tidak merata atau yang biasa disebut dengan pigmentasi kulit adalah efek dari sengatan ultraviolet yang berlebihan. Radiasi ultraviolet tersebut menyebabkan perubahan permanen pada pembuluh darah kecil (kapiler) pada tubuh, sehingga menyebabkan sebagian tubuh kita terlihat lebih gelap. Secara keindahan, tentu hal ini mengganggu penampilan di kulit wajah dan tubuh Anda.


Penuaan Dini

Tanda-tanda penuaan yang paling banyak dirasakan adalah keriput. Keriput tak hanya disebabkan karena perubahan hormon saja, Glitzy. Radiasi ultraviolet yang masuk ke lapisan dermis kulit, menyebabkan kerusakan pada sel-sel lapisan dermis tersebut. Hal ini menyebabkan elastisitas kulit menjadi berkurang. Tak hanya keriput, bintik hitam yang muncul pada permukaan kulit juga disebabkan oleh radiasi ultraviolet. Karena itulah, disarankan untuk menggunakan perawatan anti-aging sejak dini. 


Kanker Kulit

Bahaya yang paling mengerikan dari terlalu lama terkena tersengat sinar matahari adalah kanker kulit. Paparan ultraviolet dapat menyebabkan terjadinya kerusakan fotokimia pada DNA dari sel-sel tubuh Anda. Hal tersebut akan memicu terbentuknya kanker, seperti kanker karsinoma sel basal dan kanker melanoma. Meskipun tidak semua kanker kulit disebabkan oleh radiasi ultraviolet, namun mayoritas penyebab dari jutaan kasus kanker kulit di dunia berasal dari sengatan matahari.  


Maka dari itu, batasi diri Anda ketika beraktivitas di bawah paparan sinar matahari. Bukan karena takut menghitam, melainkan untuk menghindari efek buruk di atas tadi. Lindungi pula kulit Anda dengan cara menggunakan sunblock dan tabir surya agar kulit tak secara langsung terkena sinar UV.

(Kissy Aprilia, Image: Corbis)

You Might Also LIke