Glycolic Acid bahkan tidak berisiko untuk kulit sensitif dan ibu hamil. 


Glycolic acid terkenal sebagai salah satu kandungan terbaik dalam merawat tanda penuaan. Berkurangnya sistem regenerasi pada usia tubuh dewasa menyebabkan sel-sel kulit mati mengalami penumpukan. Akibatnya, wajah menjadi tampak kusam serta pigmentasi tidak merata. Melalui chemical peeling, glycolic acid bekerja sebagai eksfoliator yang mengembalikan kecerahan kulit. Tetapi saat menggunakannya, kulit tidak mengalami pengelupasan seperti perawatan peeling pada umumnya. Pertanyaannya, Bagaimana efektifitas kandungan tersebut?


Ahli dermatologi ternama dari New York, Neal Schultz, MD, membenarkan bahwa menggunakan glycolic acid merupakan cara terbaik dan tercepat untuk mengembalikan kecerahan kulit. Walaupun tidak menimbulkan efek pengelupasan, pasien Schultz terkejut mendapati kulit wajah yang lebih cerah dan bersinar. Alasannya, glycolid acid mengangkat sel-sel kulit yang memiliki pigmentasi tertinggi, sehingga ‘mengikis’ lapisan kecokelatan pada kulit. Kandungan ini menjadi rekomendasi bagi pemilik jenis kulit kering dan sensitif, karena tidak menimbulkan efek kemerahan atau rasa terbakar—hanya sedikit gatal saat penggunaan. 


Selain mencerahkan, glycolic acid juga dapat menghindari isu lainnya pada kulit, seperti mengatasi kekeringan, memperbaiki tekstur bahkan kekencangan. Teorinya, penumpukan sel-sel kulit mati membuat kulit lebih kering dan menimbulkan garis-garis halus. Meski demikian,  jumlah persentase kandungan yang terlalu berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sebaiknya, pilih konsentrat 6-12% sebagai perawatan harian.  Bila tidak dapat menahan rasa gatal selama penggunaan, segera bilas dengan menggunakan air bersih agar terhindar dari masalah iritasi. 


Lantas bagaimana dengan ibu hamil? Glycolic acid hanya terpenetrasi hingga ke lapisan terdalam kulit. Karenanya, senyawa ini masih cukup aman bila digunakan untuk ibu hamil dan menyusui. Namun besar kemungkinan perawatan ini dapat meningkatkan sifat sensitif kulit. Pastikan Anda selalu mengaplikasikan tabir surya yang aman untuk ibu hamil secara berkala, untuk menghindari risiko tersebut


(Kissy Aprilia, foto: Pixabay.com)