Stay in The know

Skincare

Penjelasan Mitos Seputar Stretch Mark pada Kulit

Penjelasan Mitos Seputar Stretch Mark pada Kulit

Sudah tahukah Anda bahwa stertch mark juga dapat dialami oleh laki-laki?

Durasi baca: 2 menit


Pada masa kehamilan, stretch mark menjadi salah satu masalah kulit yang banyak dialami. Namun, kondisi tersebut juga dapat terjadi saat seseorang mengalami perubahan bentuk tubuh yang cukup drastis. Artinya, jika masih memercayai mitos bahwa hanya perempuan saja yang menghadapi persoalan stretch mark, Anda belum mengetahui 8 penjelasan mengenai stretch mark. Simak penjelasan mitos dan fakta seputar strech mark berikut

(BACA JUGA: Perawatan Kulit untuk Mencegah Stretch Mark bagi Ibu Hamil)


MITOS: STRETCH MARK HANYA TERJADI PADA IBU HAMIL

Salah. Seperti yang dikutip dalam situs stretchmarks.org, hampir 90 persen perempuan pasca melahirkan memiliki stretch mark. Garis-garis tersebut mulai terlihat ketika kandungan memasuki usia 6 bulan ke atas. Hal ini disebabkan karena stretch mark timbul akibat adanya perubahan hormon dalam tubuh, sehingga juga dapat dialami oleh laki-laki.


"Stretch marks dapat dialami oleh perempuan dan laki-laki, usia muda dan usia dewasa. Hormon yang berhubungan dengan perubahan berat badan yang drastis dan pubertas merupakan penyebab utama terjadinya stretch marks," mengutip dari penjelasan dalam situs Stretchmarks.org



(Foto: Hellomagazine.com)


MITOS: STRETCH MARK TIMBUL KARENA PERUBAHAN BERAT BADAN

Pada dasarnya, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah. Saat seseorang mengalami penurunan atau kenakan berat badan secara signifikan, maka lapisan dermis serta kolagen di dalam kulit juga mengalami preubahan.


Namun, faktor hormon adalah pemicu utama yang mempengaruhi kemunculan stretch marks. Kondisi tersebut mengurangi kemampuan kulit untuk melakukan peregangan, sehingga mengembangkan tanda garis-garis pada kulit. 

You Might Also LIke