Kaum millennial menyumbang 17,6% dari total prosedur estetika di sepanjang tahun 2016.

Di zaman modern ini, operasi plastik sudah dianggap sebagai salah satu jenis perawatan yang lumrah. Bahkan, beredar pula kabar yang mengungkapkan bahwa hal tersebut menjadi hadiah spesial saat kelulusan jenjang pendidikan. Opini tersebut semakin diperkuat oleh pengakuan dari Shereene Idriss—ahli dermatologi kenamaan New York—serta penelitian dari American Society for Aesthetic Plastic Surgery, bahwa kaum millennial (19-34 tahun) di Amerika Serikat, menyumbang 17,6% dari total prosedur estetika sepanjang tahun 2016.

Dilansir dari situs Allure, prosedur estetika secara nyata mampu membangkitkan kepercayaan diri seseorang. Selain menghilangkan bekas jerawat dengan perawatan laser, perawatan Cool Sculpting merupakan salah satu yang paling populer. Perawatan yang bekerja menghilangkan lemak secara non-bedah ini memberikan perubahan secara dramatis, dengan resiko dan waktu pemulihan yang tergolong minim. Idriss menjelaskan bahwa orangtua modern sangat terbuka untuk memberikan bantuan kepada anak mereka, sehingga mendapatkan rasa nyaman dan tidak cemas—bahkan demi melakukan wawancara kerja.

Sementara itu, Dara Liotta—ahli bedah plastik dan rekonstruktif di New York—mengungkapkan bahwa Rhinoplasty (nose job) dan  Otoplasty (operasi bagian telinga) merupakan prosedur yang paling diminati sebagai hadiah kelulusan.  Namun tidak jauh berbeda, para orangtua menjelaskan kalau mereka menginginkan putrinya dapat memasuki fase kehidupan baru dengan rasa kepercayaan diri yang kuat. Selain itu, operasi payudara (pembesaran dan pengurangan) serta Labiaplasty (operasi vagina) turut masuk ke dalam daftar hadiah kelulusan.

Para ahli bedah menjelaskan bahwa  prosedur operasi plastik yang dijalani bukan untuk kepuasan semata. Pada umumnya, hal ini merupakan keputusan yang telah dipikirkan secara matang oleh pasien dan juga orangtua, untuk perubahan yang—menurut mereka—positif. Dapat dikatakan bahwa perawatan operasi plastik adalah salah satu solusi untuk meringankan tekanan psikologis dari lingkungan mereka. Setujukah Anda?

(Kissy Aprilia, images : Pexels)