Mencoba untuk melawan efek waktu dan ingin mendapatkan kembali tampilan cantik kedua mata Anda? Mari berkenalan dengan perbedaan filler dan botox.  

Durasi baca: 1 menit


Kita memang tidak bisa menghindari kerutan usia yang tampak pada tampilan wajah. Namun, Anda bisa menundanya lebih lama. Jika Anda ingin mencoba perawatan kulit yang lebih advance, artinya Anda perlu mengenal perbedaan  filler dan botox.


Botox atau botulinum toxin type A merupakan protein yang dihasilkan oleh clostridium botulinum dan mengandung racun yang dikategorikan dalam kelas toksin saraf yang berbahaya. Di dunia kecantikan, toksin ini digunakan untuk membantu menghilangkan kerutan di wajah dengan melumpuhkan fungsi otot.

(BACA JUGA: Optimalkan Perawatan Kulit dengan Bahan Kandungan ini)



Bagaimana dengan filler? Filler adalah  perawatan kecantikan yang membantu mengembalikan efek penuh pada wajah. Caranya adalah dengan mengisi volume yang hilang karena faktor usia atau genetik. 


BAGAIMANA PROSES SUNTIK BOTOX DAN FILLER?

Langkah pertama, Anda tentu perlu berkonsultasi dengan dokter ahli kecantikan dan meyakinkan diri bahwa Anda tidak memiliki riwayat alergi terhadap botox dan filler. Anda pun perlu menginformasikan berbagai masalah kesehatan dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Saat Anda melakukan suntik botox atau filler, biasanya Anda tidak diberikan anestesi khusus. Namun, jika Anda merasa kurang nyaman, dokter akan mengompres wajah dengan ice pack atau memberikan krim anestesi pada area wajah yang akan disuntik.


Umumnya, prosedur ini memakan waktu kurang dari 15 menit.

Lalu apakah ada perbedaan filler dan botox ? Tentu saja ada. Beginilah perbedaan perawatan dan hasil yang akan Anda peroleh saat melalui perawatan peremajaan botox dan filler:

(BACA JUGA: Perlukah Melakukan Suntik Vitamin C ? Ini Jawabannya)

PERAWATAN PEREMAJAAN MATA DENGAN BOTOX

Suntikan botox pada titik-titik otot yang tepat dapat memberikan efek browlift sehingga mata tampak lebih besar. Kerutan crow’s feet di sudut luar mata, garis, dan lekuk otot yang kasar di area mata yang diakibatkan ekspresi menahun pun dapat diminimalkan.


SETELAH PROSES BOTOX

  • Anda dapat melanjutkan kegiatan seperti biasa. Meski demikian ada beberapa pasien yang mengalami sakit kepala. Anda diperkenankan untuk minum paracetamol untuk mengatasinya.
       
  • Tetap konsultasikan pada dokter ahli kulit setelah melakukan suntik botox. Jika terjadi lebam pada area wajah, Anda sebaiknya menghindari ibuprofen, aspirin, atau produk anti inflamasi lainnya karena membuat proses penyembuhan berlangsung lebih lama.

  • Setelah satu jam melakukan tindakan botox, Anda dianjurkan untuk melakukan olahraga wajah seperti menyipitkan mata, mengerutkan kening, dan mengangkat alis untuk membantu daya kerja botox pada wajah menjadi lebih maksimal.

  • Hindari facial, pijat, atau totok wajah selama 24 jam setelah suntik botox.

  • Empat jam setelah proses perawatan, Anda sebaiknya tidak merebahkan diri di atas tempat tidur, berolahraga yang menghasilkan keringat berlebih, sauna, dan berjemur.

  • Hasil akhir botox tidak bisa Anda lihat secara langsung. Perlu setidaknya 3-5 hari untuk mengetahui hasilnya. Hasil yang optimal dapat Anda lihat setelah 2 minggu proses suntik botox.

  • Lakukan kembali perawatan botox setelah 6 bulan perawatan dan konsultasikan kepada dokter ahli kecantikan yang Anda percaya.

PERAWATAN PEREMAJAAN MATA DENGAN FILLER

Perawatan ini bertujuan untuk membantu meminimalkan lingkaran mata yang cekung akibat daya kerja kolagen yang terhambat. Pada mata, kondisi ini seringkali membuat tampilan mata Anda mudah lelah.

Suntikan filler yang mengandung hyaluronic acid berperan untuk membantu memaksimalkan kerja kolagen dan serat elastin. Hasilnya? Kulit sekitar mata tampak lebih segar sekaligus meminimalkan tampilan kerutan halus.


SETELAH PROSES FILLER

  • Biasanya area wajah yang disuntikkan filler akan bengkak. Kompres lembut area wajah dengan es untuk mengatasi pembengkakan itu. Jangan ditekan.

  • Lebam pada kulit bisa terjadi karena banyaknya pembuluh darah di sekita mata. Jangan gunakan obat-obatan anti inflammatory.

  • Untuk sementara waktu, hindari perawatan chemical peeling, perawatan pengencangan kulit dengan laser karena dapat meningkatkan risiko inflamasi.

  • Jangan terlalu banyak menggerakan otot wajah selama kurang lebih 24 jam. Hal ini dapat mengganggu cairan filler yang telah diinjeksi pada wajah.

  • Lakukan kembali proses perawatan filler pada wajah setelah 18 bulan.

(Anggia Hapsari, foto: instagram.com/ Miracle Clinic/ Instabeauty Clinic, allure.com)