Saatnya lebih cerdas memilih produk skin care saat hamil dan mengatasi masalah kulit secara tepat.  

Durasi baca: 1 menit


Seberapa besar pengaruh hormon terhadap kulit? Saat remaja, mungkin Anda pernah mengalami masalah jerawat menjelang menstruasi. Selebihnya, keseimbangan kulit akan kembali normal terlebih bila Anda menjaga kulit dengan perawatan khusus.


Namun memasuki fase kehamilan, sebagian besar perempuan mengeluhkan berbagai masalah yang lebih mengganggu dan mengarah pada tanda penuaan. Untuk membantu Anda, berikut 5 masalah yang umumnya dihadapi kulit saat hamil beserta cara terbaik mengatasinya.

(BACA JUGA: Masker Korea untuk Kulit Berjerawat)



BINTIK HITAM KARENA PIGMENTASI

Paparan sinar ultraviolet dapat meningkatkan stimulasi hormon yang menyebabkan melasma (flek hitam) pada kulit selama kehamilan. Umumnya, masalah tersebut bersifat genetik dan akan menghilang usai melahirkan.


Berhubung perempuan hamil sebaiknya menghindari produk kecantikan yang memiliki kandungan SPF di atas 25, lakukan perawatan dengan produk yang memiliki kandungan alpha hydroxy acids seperti glycolic acid. Komponen ini telah diteliti aman untuk ibu hamil dan efektif menyamarkan flek hitam.



JERAWAT HORMONAL

Perubahan hormon secara signifikan meningkatkan produksi minyak serta gangguan kecemasan yang berlebih. Bukan rahasia bila hal tersebut memicu jerawat di masa kehamilan, terutama pada dagu, rahang dan pipi.


Menggantikan pengobatan jerawat dengan benzoyl peroxide, retinol dan salicylic acid—yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil—lakukan perawatan masker tiap 1 minggu sekali dengan kandungan alpha hydroxyl acids.

(BACA JUGA: Pelembap untuk Kulit Berminyak)



KULIT LEBIH SENSITIF

Di masa kehamilan, sensitivitas kulit juga mengalami peningkatan. Mungkin saja kulit Anda tidak lagi mudah mentolerir paparan sinar matahari serta produk skin care tertentu. Bukan kelainan, kondisi ini justru merupakan cara tubuh melindungi diri dan janin dari infeksi penyakit. Karenanya, hindari produk yang mengandung alkohol, wewangian, serta pilih pembersih wajah yang lembut untuk kulit.


IRITASI KULIT

Saat hamil, volume darah di dalam tubuh mengalami peningkatan 2x lebih besar dan menjadikan kulit lebih merona. Hal ini memengaruhi pembuluh darah pada wajah sehingga menimbulkan 'hawa panas'.

(BACA JUGA: 5 Langkah Perawatan Tepat untuk Kulit Berminyak)



Atasi dengan melakukan perawatan yang mengandung bahan alami lidah buaya serta jeruk nipis, yang berfungsi memberikan efek 'soothing' serta memperbaiki warna kulit.



DEHIDRASI KULIT

Mengalami dehidrasi bukan berarti kulit menjadi terasa kering. Produksi minyak berlebih juga bisa terjadi akibat dehidrasi kulit. Pastikan Anda mengonsumsi air mineral dengan cukup, serta mengonsumsi makanan yang mengandung kadar air tinggi—seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan—sebagai salah satu cara mencegah kerutan pada kulit.


Selain itu, pilih kandungan skin care hyalyronic acid dan omega oil untuk membantu melembapkan kulit sepanjang hari.

(Anggia Hapsari, foto:allure.com)