Stay in The know

ads

Skincare

3 Mitos Krim Anti-Aging. Benar atau Tidak?

3 Mitos Krim Anti-Aging. Benar atau Tidak?

Jangan percaya dengan mitos krim antiaging ini.

Durasi baca: 55 detik


Berbicara tentang penuaan dini, ada banyak hal yang dapat memicu masalah ini pada kulit. Sebut saja polusi, sinar matahari, pola hidup tidak sehat, stres, kebiasaan merokok, hingga minuman beralkohol. Hal ini masih ditambah dengan pola Anda merawat kulit. 


Menurut Dr Alain Mavon, Senior Director of Science & Innovation dari Oriflame, Swedia, cara Anda merawat kulit akan memengaruhi 80% dari penuaan dini pada kulit. Itulah sebabnya Anda perlu menggunakan produk perawatan kulit secara teratur dan benar. Jangan hanya percaya pada berbagai mitos yang beredar di masyarakat, seperti: 

(BACA JUGA: Perawatan Anti Aging Memasuki Usia 30-an)


HARUS BANYAK MENGGUNAKAN KRIM WAJAH

Beberapa orang percaya bila krim anti-aging harus digunakan dengan takaran yang banyak untuk hasil yang maksimal. Faktanya adalah krim anti-aging harus digunakan sesuai dengan takaran yang tepat. 


Selain itu, yang lebih penting adalah krim anti-aging harus digunakan secara rutin untuk hasil yang maksimal. Gunakan krim anti-aging yang sesuai dengan jenis kulit dengan takaran yang disarankan dan penggunaan yang rutin. 


GUNAKAN SEJAK USIA 30 TAHUN


Tidak ada krim anti-aging yang bekerja secara instan dan membuat kulit bersinar dalam waktu semalam. Beberapa orang percaya bila krim anti-aging boleh digunakan sejak usia 30 tahun. Namun untuk hasil yang maksimal, gunakan krim anti-aging sedini mungkin sehingga krim bisa bekerja lebih maksimal.


MAKIN MAHAL MAKIN BAIK

Saat memilih krim anti-aging, sebaiknya Anda mempertimbangkan masalah kebutuhan dan jenis kulit. Krim anti-aging yang mahal tidak selamanya baik. Apalagi jika ternyata Anda tidak cocok menggunakan krim tersebut. Pilih krim yang mempunyai kandungan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kulit Anda. 


(Ratih Dwiningtyas, foto: Suplementreview.com, Giffarine, Lamer)


You Might Also LIke