Penggunaan suhu air yang tepat saat keramas dapat memengaruhi kondisi rambut. 

Durasi baca: 1 menit


Tanpa disadari, rutinitas yang Anda lakukan sehari-hari dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Suhu air yang digunakan untuk melakukan keramas merupakan salah satu hal yang sebaiknya turut diperhatikan. 


Air hangat mungkin saja memberikan efek relaksasi yang menenangkan, sementara tubuh menjadi lebih segar bila menggunakan air dingin. Namun dari kedua suhu air tersebut, mana yang sebaiknya digunakan saat keramas? 


AIR HANGAT

Keramas menggunakan air hangat merupakan cara terbaik untuk membersihkan kulit kepala dan rambut. Apalagi ketika Anda ingin membilas masker rambut. 



Air hangat membantu membuka pori-pori kulit dan turut membilas sel kulit mati. Selain itu, suhu yang tinggi juga meningkatkan kelembapan pada rambut, sehingga produk perawatan yang digunakan terpenetrasi dengan maksimal. 


Hanya saja, air hangat dapat menyebabkan rambut menjadi rontok dan kering akibat berkurangnya kekuatan pada bagian akar.


AIR DINGIN 

Berbeda dengan air hangat, penggunaan air dingin saat keramas membantu memperlancar peredaran darah di kepala. Rutinitas ini membuat akar rambut lebih kuat, melindungi tiap folikel lebih halus dan berkilau. 


Akan tetapi, air dingin tidak dapat membersihkan kulit kepala dan rambut secara optimal, serta cenderung membuatnya lebih cepat berminyak.  Lantas, mana yang sebaiknya digunakan saat keramas? 


SARAN TERBAIK MENURUT AHLI

Menurut Erica Douglas—pakar teknik kimia dan kecantikan dari Universitas Stanford, California—sebaiknya kombinasikan penggunaan air dingin dan hangat saat melakukan keramas. Hal ini pun diterapkan oleh berbagai penata rambut profesional, yaitu dengan membasuh rambut menggunakan air hangat terlebih dulu sebelum dan sesudah mengaplikasikan sampo, lalu diakhiri dengan bilasan air dingin untuk membilas kondisioner.



Kedua tahapan tersebut membantu mengoptimalkan kebersihan kulit kepala dan rambut, serta menjaga keindahannya. Namun pastikan Anda menggunakan suhu yang tidak terlalu panas atau dingin agar tidak merusak kondisi rambut.  

(Agnes Priscilla, foto: instagram/ Clear, unsplash.com/ Jonathan Cooper)