Ups, benarkah? Simak jawabannya dalam artikel ini.


New normal selama pandemi ini membuat kita mungkin jadi ingin keramas terus setiap hari. Belum lagi, cuaca ibukota yang terik hingga padatnya aktivitas sehari-hari membuat kulit kepala mudah berkeringat. Memang sih, salah satu cara untuk mengembalikan kesegarannya adalah dengan keramas.


Namun, tahukah kamu jika keramas setiap hari justru dapat meningkatkan produksi minyak di kulit kepala? Alhasil, rambut jadi cepat lepek dan berminyak. Yes, terlalu sering keramas mampu memicu masalah pada rambut. Air dan sampo tidak hanya menyapu bersih kotoran di kulit kepala tetapi juga mengikis minyak alami.


Kondisi tersebutlah yang membuat kelenjar sebum menghasilkan minyak lebih banyak sebagai cara perlindungan kelembapan. Sayangnya, cairan tersebut cenderung mengendap di bagian kulit kepala, menyebabkan rambut kering serta kehilangan kekuatan. 


 


(Foto: Prify.net)



Maka itulah, waktu terbaik untuk melakukan keramas adalah 3-4 kali seminggu. Tetapi, bila memiliki jenis rambut yang tipis, sering menggunakan produk styling, atau merasa rambut sudah terlalu kotor, segera bersihkan dengan menggunakan sampo. Minyak dan kotoran yang menumpuk pada bagian kulit kepala dapat menyebabkan peradangan dan iritasi yang menghalangi pertumbuhan rambut. 


Di luar tiga kondisi tersebut, tidak ada salahnya melakukan perubahan dengan mencoba rutinitas keramas 3-4 kali seminggu. Kamu tidak perlu khawatir karena rambut memiliki daya untuk beradaptasi sehingga pada awalnya, kamu mungkin dihadapkan dengan sugesti rambut lepek.

(BACA JUGA: Rekomendasi Sampo untuk Rambut yang Diwarnai)


Kamu juga bisa mengatasinya dengan menyemprotkan dry shampoo di hari kedua, lalu mencuci bersih di keesokan harinya. Disarankan pula, tidak menggunakan dry shampoo terlalu sering karena kandungannya bisa mengendap di pori-pori kulit kepala.

(Meichella Nancy/Nisa, foto: eatthis.com)