Karena mencabut uban tidak akan menghentikan pertumbuhannya.


Siapa di antara kamu yang suka gatal ingin mencabut ketika melihat ada uban atau rambut putih muncul di kepala kamu? Entah karena iseng, tidak suka, atau merasa penampilan rambut kamu jadi terganggu.


Tapi tahukah kamu kalau ternyata mencabut uban sangat tidak disarankan, lho! Melansir dari healthline.com, berikut adalah beberapa alasan kenapa mencabut uban sebaiknya tidak dilakukan. Mulai dari merusak tekstur rambut sampai memicu munculnya gangguan kesehatan pada kulit kepala.


MERUSAK AKAR RAMBUT

Alasan pertama mengapa uban tidak boleh dicabut adalah karena dapat merusak tekstur rambut. Bagi sebagian orang mencabut uban adalah sebuah kenikmatan karena ada sensasi yang terasa di kulit kepala.


Tapi sebetulnya, ketika kamu sedang melakukan hal tersebut akar rambut kamu perlahan mengalami kerusakan. Efeknya, pertumbuhan rambut baru kamu di area tersebut akan sangat terganggu. Kalau sudah begini, kamu juga terancam mengalami kerontokan rambut secara permanen.

(BACA JUGA: 5 Rekomendasi Hair Tonic untuk Rambut Rontok)


INFEKSI KULIT KEPALA

Selain merusak akar rambut, mencabut uban juga bisa memicu infeksi pada kulit kepala. Rambut pada dasarnya akan rontok dengan sendirinya. Kalau kamu paksa, maka akan ada efek buruk yang muncul.


Ketika rambut dicabut maka rambut penggantinya akan tumbuh ke dalam. Pertumbuhan yang tidak normal inilah yang kemudian memicu infeksi. Percayalah, rasa nyeri yang muncul akan membuat kamu sangat tidak nyaman.


MERUSAK TEKSTUR ALAMI RAMBUT

Alasan kedua kenapa uban tidak boleh dicabut adalah karena dapat merusak tekstur alami rambut. Ketika rambut dicabut artinya ia sebetulnya belum siap untuk rontok dan digantikan dengan rambut yang baru.


Karena itu, rambut baru yang muncul karena dipaksa akan tumbuh menjadi rambut yang tidak sempurna alias kusut. Nantinya, rambut ini akan mengganggu tekstur rambut kamu.




(Andiasti Ajani, foto: everydayhealth.com)