Stay in The know

Weight Loss

LightHOUSE Menekankan Pentingnya Menjaga Pola Diet Seimbang Agar Terhindari Dari Penyakit Anorexia

LightHOUSE Menekankan Pentingnya Menjaga Pola Diet Seimbang Agar Terhindari Dari Penyakit Anorexia

LightHOUSE mengenalkan metode perubahan pola pikir untuk para wanita yang ingin melangsingkan tubuh dengan cara tepat.

Perasaan tidak percaya diri dan minder seringkali dialami para wanita saat ini. Bahkan, mereka menganggap dirinya bertubuh gemuk, padahal jarum di timbangan menunjukkan angka yang sangat kecil. Kondisi ini membuat salah satu klinik pelangsingan badan LightHOUSE mengadakan satu kampanye menarik yang bertajuk “5 Minutes Can Save A Life”.

Bersama GLITZMEDIA.CO para psikolog yang bergabung dalam LightHOUSE menegaskan bahwa seorang wanita sebaiknya mampu mengubah pola pikir mengenai diet. “Banyak orang yang salah mengartikan diet. Mereka menggap bahwa cantik itu langsing. Padahal, cantik itu sehat. Akibatnya para pasien justru mengalami sindrom anorexia, yang membuat tubuh mereka sangat kurus hingga kekurangan gizi penyebab kematian,” ungkap Anindita Citra, M. Psi, selaku salah satu psikolog yang berpraktek di LightHOUSE.

Menurut Tara Adhisti de Thouars, BA. M. Psi, selaku Kepala Departemen Psikolog Klinik LighHOUSE menegaskan bahwa angka kematian penyebab anorexia kini sangat memprihatinkan. “Berdasarkan data yang kami ambil dari Healthgroove pada tahun 1990 – 2010 angka kematian akibat gangguan makan di Indonesia mencapai 77,1% dan akan terus meningkat setiap tahunnya sebanyak 3,4%. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, karena banyak orang yang asal melakukan diet sehingga berat badannya justru menjadi turun drastis dan menderita eating disorder,” ujarnya saat ditemui di Veranda Hotel.


Selama menjalankan diet bukan berarti Anda tidak boleh makan sama sekali. “Kami tidak pernah mengajak pasien untuk berpuasa karena yang terpenting adalah bagaimana mereka mengubah pola pikir menjadi lebih sehat. Kebanyakan wanita yang diet justru berujung pada anorexia, karena mereka tidak percaya diri dan melakukan diet sangat ketat. Biasanya pasien tidak mau makan sama sekali dan merasa bersalah jika mengonsumsi sesuatu, sekalipun itu hanya satu sendok makan. Akibatnya mereka mengalami stres berkepanjangan hingga kematian,” tegas Naomi Ernawati Lestari, M.Psi, selaku psikolog LightHOUSE, yang dijumpai pada 24 Februari 2017.

Sayangnya, saat ini masyarakat bahkan orangtua sekalipun sering mengabaikan anak-anak mereka yang mengalami eating disorder. Padahal tubuh mereka lambat laun semakin mengecil. “Kasus ini sangat meningkat drastis, tapi banyak orang yang menyepelekan. Itulah sebabnya dalam kampanye yang berlangsung selama 26 Februari hingga 4 Maret 2017, kami ingin kembali mengajak semua orang untuk memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat. Sebagai eating disorder center, kami akan memberikan pelayanan gratis bagi semua pasien yang ingin mengetahui gejala-gejala eating disorder dengan melakukan pengecekan kurang dari 5 menit untuk mengantisipasi gejala gangguan makan ini,” tutup Tara. 

(Elizabeth Puspa, Image: GLITZMEDIA.CO)

You Might Also LIke