Stay in The know

Weight Loss

“Binge Eating Disorder” Berdampak Pada Obesitas dan Kondisi Psikologis Seseorang

“Binge Eating Disorder” Berdampak Pada Obesitas dan Kondisi Psikologis Seseorang

“Binge Eating Disorder” merupakan gangguan psikologis yang menyerang fisik Anda.

Nafsu makan yang terlalu besar ternyata tidak hanya membuat seseorang terkena obesitas, tetapi juga berpeluang mengalami satu sindrom yang disebut dengan Binge Eating Disorder, atau kalap makan. Menurut Tara de Thouars, BA, M. Psi, selaku Psikolog Klinis, orang yang mengalami sindrom ini biasanya memiliki beberapa ciri khas dan dampak yang akan terjadi pada pasien seperti berikut ini.


Ciri-ciri Penderita “Binge Eating Disorder”

  • Umumnya memiliki nafsu makan lebih besar dibandingkan orang normal—dengan jumlah porsi yang besar dan banyak, bahkan saat tidak lapar. 
  • Mereka cenderung makan sampai dirinya merasa sangat kenyang hingga mual. 
  • Setelah makan, Anda akan merasa malu, minder, hingga depresi karena makan dalam porsi berlebihan. Gejala ini umumnya selalu terulang setiap saat.


Bagaimana Karakteristiknya?

  • Biasanya kalap saat mengambil lauk pauk dan memakannya dalam waktu singkat.
  • Mereka terbiasa untuk makan secara diam-diam, karena takut ada yang mengambil.
  • Bisa makan sepanjang hari dengan waktu yang tidak beraturan.


Pengaruh “Binge Eating Disorder” Terhadap Emosi dan Mental Seseorang

  • Penderita akan mengalami perasaan marah, cemas, tidak berharga, dan malu sebelum kalap makan. Untuk menghilangkan perasaan tersebut, penderita akan kembali makan.
  • Penderita akan mudah tersinggung dan depresi, karena merasa terisolasi secara sosial. Selain itu, emosinya sangat tidak stabil—mudah naik dan turun terlebih saat mendapatkan sindirian dari lingkungan sekitar.


Orang yang menderita Binge Eating Disorder umumnya bersifat kaku, tidak terbuka, dan senang menyendiri. Sindrom ini biasanya lebih banyak dialami oleh perempuan ketimbang lelaki, usia 25 tahun ke atas. Jika merasa memiliki beberapa ciri dari yang disebutkan di atas, sebaiknya mulai konsultasikan ke dokter ahli gizi atau psikolog. Ada tahapan dan perawatan yang perlu dilakukan, karena proses penyembuhan membutuhkan waktu.

(Elizabeth Puspa, Foto: Stocksnap.io)

You Might Also LIke