Stay in The know

Me & Mind

Singkirkan Overthinking dengan Cara Ini

Singkirkan Overthinking dengan Cara Ini

Bukan hal wajar jika Anda berpikir berlebih terus menerus.


Berpikir berlebihan atau overthinking kerap kali menghampiri, terutama pada perempuan. Terlalu sering melakukannya justru akan memicu perasaan khawatir berlebih yang tidak berujung solusi. Daripada hal ini mengganggu kesehatan fisik dan mental Anda, sebaiknya lakukan beberapa hal ini jika overthinking mulai menghampiri.


Alihkan Pikiran Sejenak

Perempuan kerap kali memikirkan hal kecil secara berlebihan. Misalnya saja, memikirkan reaksi orang lain terhadap unggahan media sosial, terlalu banyak ekspektasi dalam sebuah hubungan, hingga segudang pertanyaan lain yang sebenarnya bisa diputuskan secara cepat. Jika Anda terlalu sering melakukan hal ini, sekecil apapun masalah yang dihadapi akan terlihat lebih runyam. Sebaiknya segera alihkan pikiran ke sebuah kegiatan jika Anda mulai memikirkan suatu hal secara berlebihan. 


Utarakan Pikiran pada Orang Lain

Bila merasa ada permasalahan yang memang berat, ada baiknya utarakan pada orang kepercayaan Anda. Terlalu keras menelaah secara mandiri malah akan menenggelamkan Anda pada pikiran tersebut dan tidak akan menghasilkan solusi. Selain itu beban justru makin bertambah dengan perasaan cemas yang muncul.


Jangan Jadikan Beban

Hapus rasa gelisah Anda dengan berkata pada diri sendiri bahwa semua akan berjalan baik-baik saja. Ketakutan yang Anda hadapi sebenarnya hanya berkutat di pikiran saja dan wajar terjadi. Lebih baik lupakan situasi terburuk yang Anda bayangkan dan lakukan saja yang hal sebaik mungkin selama Anda bisa. Seperti menaiki roller coaster, jangan pikirkan Anda akan terjatuh atau terluka, just enjoy the ride.


Perbaiki Komunikasi

Kerap kali pikiran berlebih datang saat berurusan dengan orang lain. Kebiasaan ini justru bisa memicu pertengkaran lantaran pikiran Anda justru terkesan berprasangka buruk pada lawan bicara. Dengan overthinking, seseorang biasanya akan mengambil kesimpulan sebelum mengetahui kondisi yang sebenarnya. Untuk itu, belajarlah untuk mendengarkan lawan bicara sebelum menganggap pikiran Anda adalah fakta yang sebenarnya.


(Nisa Rahtio, foto: pxhere.com)

You Might Also LIke