Stay in The know

Me & Mind

Seasonal Affective Disorder (SAD): Musim Sebagai Pemicu Depresi

Seasonal Affective Disorder (SAD): Musim Sebagai Pemicu Depresi

Beda musim, beda pula bentuk depresi yang muncul. 


Pernakah Anda merasa sedih bila hujan turun atau terkena insomnia saat musim kemarau datang? Jika pernah mengalaminya kemungkinan Anda sedang menderita Seasonal Affective Disorder (SAD). SAD merupakan salah satu bentuk depresi yang membuat suasana hati dari seseorang berubah-ubah tergantung pada musim.


Perempuan empat kali lebih sering mengalami SAD dibandingkan laki-laki. Alasannya karena perempuan memiliki hormon serotonin—hormon yang memunculkan mood positif—lebih sedikit dibandingkan dengan laki-laki. Biasanya, SAD muncul pada orang berusia antara 18 – 30 tahun. Dilansir dari Psychologytoday.com, terdapat dua jenis Seasonal Affective Disorder sesuai dengan musimnya.


Winter Blues

Kadar depresi seseorang yang terkena winter blues akan meningkat ketika musim dingin atau musim hujan datang. Terbukti bahwa ketika hujan turun, kesedihan dan kegalauan menyelimuti Anda. Penyebabnya adalah karena kadar hormon serotonin berkurang. Kekurangan hormon serotonin dapat memicu seseorang untuk terkena depresi. Tidak hanya itu, hormon melatonin yang menyebabkan kantuk membuat seseorang akan mudah lelah. Berikut adalah gejala depresi dari SAD winter blues:


  • Merasa lelah dan kurang energi
  • Menjadi lebih sensitif
  • Mudah marah
  • Berat badan meningkat
  • Memiliki pemikiran untuk bunuh diri
  • Sulit berkonsentrasi
  • Hipersomnia (terlalu banyak tidur)
  • Cenderung menarik diri dari lingkungan sosial
  • Perubahan selera makan, menjadi ingin mengonsumsi makanan manis dan mengandung karbohidrat


Summer SAD 

Jika seseorang terkena winter blues cenderung murung, summer SAD lebih menyebabkan orang menjadi gelisah. Sinar matahari menjadi alasan mengapa seseorang dapat terkena summer SAD. Terlalu banyak terkena paparan sinar matahari dapat mematikan produksi hormon melatonin—hormon yang mengatur siklus bangun dan juga tidur. Ini sebabnya cuaca yang panas dapat membuat seseorang terkena insomnia. Berikut merupakan gejala bila Anda terkena summer SAD: 


  • Insomnia (kesulitan tidur)
  • Penurunan berat badan
  • Nafsu makan memburuk
  • Merasakan kegelisahan atau kecemasan


(Maghfira Farhana, foto: pxhere.com)

You Might Also LIke