Stay in The know

Me & Mind

1 Menit untuk Mengetahui Keuntungan dari Sikap Pesimis

1 Menit untuk Mengetahui Keuntungan dari Sikap Pesimis

Ini sisi positif dari si pesimis.


Banyak yang menekankan bahwa rasa pesimis perlu dihindari. Namun pernyataan tersebut dibantah oleh seorang periset asal Jerman bernama Frieder Lang. Pasalnya, bersikap pesimis ternyata memiliki nilai positif bagi hidup Anda. Melansir laman Huffingtonpost.com, inilah 4 keuntungan dari sikap pesimis. 


Terlindungi dari Rasa Cemas

Sikap pesimis dapat melindungi Anda dari rasa cemas yang berlebihan atau anxiety. Itulah yang diungkapkan oleh seorang profesor psikologi dari Wellesley University bernama Julie Norem. Maksudnya adalah berpikiran buruk dapat menghantarkan seseorang untuk memilikirkan bagaimana cara mencegah hal itu terjadi. Pola pemikiran tersebutlah yang membantu si pesimis mengalihkan rasa cemas dan cenderung merasa baik-baik saja di akhir sebuah masalah.


Umur Lebih Panjang

Frieder Lang mengatakan bahwa bersikap optimis malah memiliki risiko sakit hati lebih besar. Hal tersebut dikarenakan mereka cenderung berekspetasi lebih atas realita kehidupan mereka. Dengan bersikap pesimis, Lang menyimpulkan bahwa Anda akan hidup lebih waspada dan berhati-hati sehingga akan melakukan pencegahan terhadap apa yang membahayakan kehidupan.


Berpeluang untuk Sukses

Pada dasarnya orang pesimis selalu memikirkan kemungkinan buruk yang terjadi di awal. Dengan pola pikirnya, orang berpikiran pesimis akan lebih berusaha keras dibandingkan dengan orang berpikiran optimis. Mereka akan menyusun beragam ide-ide agar dapat memicu kesuksesan.


Awetnya Hubungan Asmara 

Ada lagi hasil penelitian mengejutkan dari Journal of Personality and Social Psychology. Mereka mengatakan bahwa sikap optimis yang berlebihan malah berisiko buruk untuk hubungan pernikahan. Keoptimisan tersebut membuat kedua belah pihak cenderung cuek dalam berumah tangga. Sebaliknya, pasangan yang memiliki pikiran pesimis akan memiliki kehidupan rumah tangga yang harmonis. Karena mereka selalu memikirkan hal-hal buruk dan sama-sama mencari jalan agar terhindar dari hal yang membuat keretakan rumah tangga. 


Dengan keuntungan-keutungan di atas, bukan berarti Anda harus lebih sering bersikap pesimis dan mengurangi pemikiran positif. Kedua sikap tersebut harus Anda gunakan dengan seimbang untuk keberlangsungan hidup sosial. Sikap optimis dan pesimis dapat dikombinasikan untuk menimbang-nimbang nilai plus dan minus terhadap suatu masalah. 


(Maghfira Farhana, foto: pxhere.com)

You Might Also LIke