Stay in The know

Health & Body

Toilet Duduk dan Jongkok, Manakah yang Lebih Baik?

Toilet Duduk dan Jongkok, Manakah yang Lebih Baik?

Ungkap fakta kesehatan antara toilet duduk dan jongkok.

Durasi Baca: 50 detik.


Zaman sekarang penggunaan toilet duduk sudah tersebar di banyak tempat. Pemakaiannya yang praktis dan dinilai lebih higenis menjadi alasan utama pemilihan penggunaan toilet duduk. Namun,  apakah toilet duduk benar-benar lebih higenis?  Lalu, manakah yang lebih sehat antara toilet duduk dan jongkok?


Pembahasan ini ditulis oleh Dov Sikirov, MD dalam jurnal “Digestive Diseases and Sciences: Comparison of Straining During Defecation in Three Position”. Dalam jurnal tersebut ia menjabarkan hasil penelitiannya terhadap objek penelitian yang menggunakan toilet duduk berukuran standar (dengan tinggi 41 cm – 42 cm), toilet duduk dengan ukuran lebih rendah (31 – 32 cm), dan toilet jongkok. Dari penelitian tersebut, ia menyimpulkan bahwa toilet duduk memerlukan lebih banyak tenaga untuk mengeluarkan kotoran daripada toilet jongkok.


Hal ini dikarenakan di dalam tubuh kita terdapat otot puborectalis di usus besar yang merupakan tempat kotoran ini disimpan. Otot inilah yang menjaga feses tidak mengalir keluar sampai saatnya dibuang. Posisi Anda saat menggunakan toilet duduk hanya menonaktifkan sebagian dari otot ini. Hal ini menyebabkan sebagian feses masih tertahan. Namun saat menggunakan toilet jongkok, otot ini akan berhenti bekerja sehingga feses dapat keluar dengan mudah.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke