Stay in The know

Health & Body

Poin Penting Yang Wajib Anda Perhatikan Sebelum Mencukur Bulu Organ Intim

Poin Penting Yang Wajib Anda Perhatikan Sebelum Mencukur Bulu Organ Intim

Minimnya pengawasan dan informasi dapat membuat kulit teriritasi setelah mencukur bulu-bulu di area organ intimnya.

Bulu pada organ intim wanita (miss-V) memiliki fungsi pelindung dan penyaring dari bakteri dan kuman. Jika tumbuhnya bulu terlalu panjang tak jarang memberikan rasa kurang nyaman pada wanita. Proses mencukur (shaving) pun menjadi pilihan. Selain memperindah penampilan miss-V Anda, bagi mereka yang sudah menikah hal ini justru memberikan kepercayaan diri saat berhubungan intim dengan pasangannya. 

Tak ada yang salah dengan niat mencukur (shaving) bulu-bulu pada miss-V Anda. Namun, Anda tak dapat melakukannya dengan sembarang. Menurut Benjamin Breyer, MD, yang merupakan Urologic Surgeon dari California, Amerika Serikat, banyak para wanita yang cedera setelah mencukur bulu-bulu di area organ intimnya. Bahkan selama 8 tahun masa studinya, Breyer menemukan kasus ini meningkat hampir 6 kali lipat per tahunnya.

Berdasarkan survei tersebut, Breyer menyimpulkan kalau wanita sering kali tidak memerhatikan kesehatan serta keamanannya saat melakukan proses mencukur. “About 83% of women who shave pubic hair shave not know the correct technique. That number included only women who receive treatment at the hospital, and many women with similar cases that are not checked condition,” ungkap Breyer.

Jadi, inilah poin penting yang perlu Anda perhatikan saat mencukur bulu miss-V.  




Pemilihan Alat Pencukur Bulu 

Masih banyak wanita yang kurang seksama memilih alat cukur. Bahkan masih ada yang dengan mudah menggunakan satu alat cukur sebagai penghilang bulu di banyak bagian tubuh, seperti daerah ketiak, kaki, tangan, hingga miss-V. Padahal, kulit di daerah miss-V cenderung lebih sensitif sehingga sangat berpotensi terjadi iritasi. 

Sebaiknya sediakan satu alat cukur yang dikhususkan untuk area miss-V Anda (seperti bikini razor). Pastikan alat cukup tersebut memiliki ketajaman yang baik—tidak tumpul—sehingga bulu dapat rontok dalam satu kali cukuran. Tak hanya itu, sebaiknya Anda pun memilih kepala alat cukur yang fleksibel sehingga dapat digerakkan sesuai arahan. 


Perhatikan Intensitas Mencukur 

Mencukur bulu miss-V tidak dapat disamakan dengan bulu di daerah ketiak. Jika terbiasa melakukan waxing atau mencukur bulu ketiak seminggu sekali, Anda tidak disarankan melakukan hal yang sama untuk daerah miss-V. Semakin sering Anda memangkas bulu di area miss-V, maka peluang untuk mendapatkan cedera, luka, dan iritasi menjadi lebih besar. Oleh karena itu, singkirkan bulu-bulu minimal 3 minggu sekali. 


Mencukurlah Dengan Air Hangat

Sebaiknya lakukan kegiatan mencukur usai mandi. Gunakan air hangat untuk membasuh serta membersihkan area miss-V sebelum dan sesudah mencukur bulu. Air hangat dapat membuat bulu-bulu di daerah miss-V lebih halus dan melembapkan kulit. Anda pun lebih mudah melakukan proses cukur dan mengurangi potensi terjadinya iritasi kulit.




Gunakan Sabun Khusus 

Mengingat ini adalah bagian paling sensitif dalam tubuh, Anda dilarang menggunakan sabun, scrub, atau foam yang tidak dikhususkan untuk area miss-V. Organ intim Anda membutuhkan pembersih yang memiliki derajat keasaman sama—yaitu pH 3,5. Gunakan sabun khusus dan baurkan di permukaan miss-V untuk memudahkan Anda mencukur bulu-bulu di area tersebut.  


Jangan Mencukur Sampai Habis

Seperti yang sudah GLITZMEDIA.CO ungkapkan di atas, bulu pada miss-V berfungsi sebagai penyaring dan pelindung. Karena itu, mencukur habis bulu pada miss-V dapat memudahkan kotoran serta bakteri jahat masuk ke permukaan dan bagian dalam organ intim. Sebaiknya sisakan minimal 2-3cm panjang bulu untuk tetap melindungi miss-V Anda. 

(Elizabeth Puspa, Images: Corbis)

You Might Also LIke