Stay in The know

Health & Body

Gula Kayu Solusi Tepat Terhindar Dari Diabetes

Gula Kayu Solusi Tepat Terhindar Dari Diabetes

Gantikan asupan manis Anda dengan gula kayu untuk hidup lebih sehat.

Kasus obesitas di negara berkembang seperti Indonesia saat ini dapat dikatakan cukup tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013) fenomena tersebut kini sudah mencapai angka 31,4%. Akibatnya, risiko kematian dan terjangkitnya beragam penyakit mematikan pun menjadi kian besar. Terlebih belakangan ini kasus obesitas tidak hanya terjadi pada orang dewasa, melainkan juga anak-anak. 

Menurut Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, selaku ahli gizi, “Salah satu penyebab orang terkena obesitas adalah karena terlalu banyak mengonsumsi gula. Orangtua terbiasa menyajikan makanan ataupun minuman manis tanpa takaran yang tepat. Alhasil, anak akan tumbuh dengan berat badan berlebih dan kemungkinan mengalami diabetes pun menjadi kian meningkat,” ungkapnya saat bertemu di The Akmani Hotel, Menteng, pada 7 Agustus 2017.


Selama masa tumbuh kembang, anak membutuhkan asupan gula yang cukup, namun sebaiknya tetap dibatasi dengan takaran yang tepat dan tidak melebihi 50 gram dalam 1 hari (5 sendok teh). “Anda dapat menggantikannya dengan gula rendah kalori, seperti gula kayu Sugalife. Inovasi terbaru ini berasal dari serat tumbuhan yang diperoleh dari ekstrak kulit kelapa, batang bambu, hingga bonggol jagung. Konsumsi gula kayu dapat menghambat kenaikan kadar gula darah, sehingga aman dikonsumsi anak-anak maupun penderita diabetes,” ujar dr. Yoshihisa Asano, PhD, DPH., selaku pendiri Noguchi Medical Research Institute, Tokyo.

Selain itu, gula kayu mampu meningkatkan jumlah bakteri baik (probiotik) di dalam usus, yang bertugas untuk menjaga sistem metabolisme dan menjaga daya tahan tubuh. Anda pun tidak perlu takut berat badan menjadi naik dan menderita diabetes, karena gula kayu memiliki 0 kalori yang aman bagi tubuh.

(Elizabeth Puspa, Foto: Aditya Virmana & V.Ivash/Freepik)



You Might Also LIke