Stay in The know

Health & Body

Benarkah Vaksin Mengandung Minyak Babi dan Tidak Halal?

Benarkah Vaksin Mengandung Minyak Babi dan Tidak Halal?

Imunisasi adalah jawaban isu genting difteri.

Durasi baca: 40 detik


Usaha pemerintah menangkal terjadinya penyebaran virus difteri terbilang tidak mudah. Munculnya gerakan anti imunisasi membuat upaya tersebut menjadi lambat teratasi. Salah satunya alasan keyakinan yang membuat mereka enggan melakukan suntik vaksin, karena beranggapan bahwa cairan tersebut mengandung minyak babi. Padahal angka kematian akibat difteri sudah kian meningkat, mengutip data yang tertulis dalam Depkes.go.id, saat ini terdapat 123 kasus dengan 13 kematian di Jawa Barat dan 63 kasus dengan 9 kematian di Provinsi Baten. Melonjaknya angka tersebut tentu membuat semua pihak harus waspada akan wabah yang kian meluas ini.


Dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, selaku Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan menegaskan bahwa isu perihal vaksin mengandung minyak babi adalah tidak benar. Semua jenis vaksin halal setelah melewati proses sterilisasi dan pemurinian yang sangat panjang. Bahkan, vaksin produksi Bio farma milik Indonesia sudah diakui oleh World Health Organization (WHO), sehingga pemerintah berani untuk melakukan ekspor vaksin dan sangat aman untuk semua usia tanpa perlu khawatir haram atau tidaknya.


  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke