Stay in The know

What's New

Resmi, Tema Kontroversial The Met Gala 2018

Resmi, Tema Kontroversial The Met Gala 2018

Konsep religi diprediksi menjadi paling ikonik sepanjang masa. 


Karpet merah pameran mode The Metropolitan Museum of Art’s Costume Institute atau yang terkenal dengan nama The Met Gala adalah wadah menumpahkan aksi bagi selebriti. Tematik unik yang menantang selalu menghiasi konsep besarnya setiap hingga memunculkan opini pro-kontra mengenai penampilan para tamu. Setiap tahunnya, The Met Gala berupaya menciptakan proyek penuh ambisi dan dikabarkan berencana membawa keterkaitan mode dengan religi untuk gelaran tahun 2018. Akankah terealisasi dan memicu kontroversi?



Dolce & Gabbana Spring 2015, Christian Dior Fall 2000 Couture, Jean Paul Gaultier Spring 2007
(Foto: fashionisers.com)


Melansir dari Vogue.com, The Met Gala secara resmi telah mengumumkan tema besar gelarannya tahun depan yaitu “Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination”. Bukan maksud melecehkan, konsep ini menunjukan dialog antara mode dengan karya seni agung mengenai religi yang terdapat di dalam museum.  Bagi Andrew Bolton selaku kurator The Met Gala, menempatkan mode dalam konteks produksi religi yang artistik merupakan gambaran tentang bagaimana material kekristenan membentuk imajinasi katolik. Kendati begitu, persimbangan iman dan mode (yang sakral dan profan) sangatlah kompleks dan tidak mudah untuk dicirikan. 



(Foto: Vogue.com)


Menariknya, The Metropolitan Museim memiliki lebih dari 150 karya seni yang terinspirasi dari gereja. Sejauh ini, karya paling ikonik adalah sosok Coco Chanel yang dibesarkan oleh biarawato dan John Galliano menghadirkan figur Paus pada koleksi Couture Christian Dior fall tahun 2000. Secara historis, tamu The Met Gala selalu menginterpretasikan penghormatan terhadap konsep secara nyata, sehingga Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination diprediksi menjadi konsep paling ikonik sepanjang masa. 


(Kissy Aprilia, foto: Artfund.org)

You Might Also LIke