Stay in The know

What's New

Aura Romantis, Puitis dan Estetis Dari Rancangan Harry Halim

Aura Romantis, Puitis dan Estetis Dari Rancangan Harry Halim

Gambaran sisi gelap perempuan kuat yang mandiri.

Durasi baca: 1 menit


Pada tahun 2006, Harry Halim memperkenalkan lini busana perempuan pertamanya di Singapura. Lalu desainer berdarah Indonesia yang tinggal di Paris itu mempresentasikan koleksi kedua melalui ajang Singapore Fashion Festival 2007. Tanggapan positif dari pemerhati mode—bahkan dianugerahi penghargaan Best Asian Designer of The Year 2008 oleh Asian Young Fashion Designer—memacunya untuk terus berkarya hingga menembus Paris Fashion Week spring/ summer 2018. Kini dengan bangga Harry menunjukan koleksi bertajuk terbaru bertajuk “Les Fleurs du Mal” pada perhelatan Digital Fashion Week 2017 di Jakarta.




Tidak hanya memamerkan koleksi terbarunya, Harry Halim juga meluncurkan butik Harry Halim Paris di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Nuansa serba hitam dengan sorotan lampu berwarna merah mengelilingi setiap sudut ruangan, selaras dengan seluruh busana yang terpampang di etalase. Terinspirasi dari buku puisi karya Charles Baudalaire, Harry menuangkan gambaran sisi gelap perempuan yang kuat dan mandiri di atas palet hitam yang terkesan misterius. Hasilnya, hitam bukanlah sebuah rancangan membosankan melainkan refleksi sensualitas nan romantis. 



(Foto: Studio One PR)


Padat tekstur, potongan dekonstruktif, lace dan hiasan manik terpadu dalam kanvas hitam pekat di atas panggung runway Digital Fashion Week 2017, pada Rabu (13/12/2017) malam kemarin. Harry juga membawa sentuhan merah yang tersirat pada butik miliknya melalui corak bordir, koleksi tas pinggang kecil dan sepatu platform tinggi bertali. Sayangnya, sepatu platform tinggi yang dikenakan para model sangat menyolok sehingga cukup mengalihkan perhatian hadirin. Koleksi penuh cerita tersebut lebih terasa bila mengunjungi butik Harry Halim Paris secara langsung.


(Kissy Aprilia, foto: Aditya Virmana)


You Might Also LIke