Stay in The know

Trends & Runway

Prediksi Wajah Mode 2018 Dari Jakarta Fashion Week

7 tren paling mendominasi di Jakarta Fashion Week 2018.

Durasi baca: 1 menit 50 detik


Bagi para desainer yang terlibat, pekan mode menjadi ajang untuk menampilkan karya sekaligus prediksi tren mode satu tahun ke depan. Dari sudut pandang kontradiktif, penikmat mode menangkap inspirasi dari apa yang dipertontonkan. Sepekan lalu, Jakarta Fashion Week 2018 (JFW 2018) hadir sebagai panggung tampilnya para desainer juga pusat perhatian para pecinta mode. Berlangsung sejak 21 – 27 Oktober 2017, GLITZMEDIA.CO menangkap dari sisi penikmat mode—melihat pertautan seni, idealisme, kultur, hingga karakter yang tervisualisasi dalam balutan tren busana di tahun 2018 mendatang.


(Shilla Dipo, foto: Aditya Virmana)


Stripes

Sederet seniman di bidang mode atau kerap disebut desainer, menyematkan motif garis pada para peraga busana. Koleksi Didiet Maulana, Lulu Lutfi Labibi, Deden Siswanto, Major Minor, Danjyo Hyoji, hingga salah satu finalis LPM 2017, Dita Dwi Nitami, penuh dengan motif ini pada busananya. Semuanya memiliki benang merah—tegas dalam kesederhanaan.


Sesuai perkembangannya di industri mode, motif garis pertama kali diperkenalkan oleh Coco Chanel sebagai lambang kerja keras. Memasuki tahun 1960 – 1970, motif garis juga merupakan representasi dari sifat pendobrak batas. Jika ditarik garis tren, maka 2018 menjadi saat bagi Anda untuk lebih berani dan bekerja keras. Ambisi tersebut dapat Anda suarakan melalui motif ini.