Stay in The know

Trends & Runway

Eksplorasi Kekayaan Pulau Dewata Hadir Melalui Busana di Hari Terakhir JFW 2017

Eksplorasi Kekayaan Pulau Dewata Hadir Melalui Busana di Hari Terakhir JFW 2017

EJS by Elvara Jandini Subyakto berkolaborasi dengan Margaux menghasilkan paduan motif tie dye dan aksen lipit yang begitu cantik. 

Label busana EJS by Elvara Jandini Subyakto hadir di hari terakhir pekan mode Jakarta Fashion Week 2017 dengan koleksi bertajuk “Kaja, Kangin, Kelon, dan Kauh”. Kata-kata yang memiliki arti Utara, Timur, Selatan, dan Barat tersebut diambil dari bahasa Bali, yang sekaligus menjadi inspirasi dari rangkaian koleksinya. 

Keindahan Pulau Dewata di seluruh penjuru mata angin, seperti air laut di timur, api di selatan, tanah di barat, dan Gunung Agung di utara ia tuangkan dalam motif dan warna yang begitu apik. Dalam koleksi Spring/Summer 2017, Elvara masih secara konsisten mengusung teknik ikat celup (tie dye) yang ia fokuskan sejak berkarier di industri fashion. 


Lulusan The American College of London, Inggris, jurusan Fashion Mechandising ini mengembangkan berbagai inovasi, seperti batik yang ia kombinasikan dengan tie-dye hingga permainan tekstur. Potongan unik yang bernapas edgy menjadi ciri khas koleksinya melalui pemilihan warna-warna yang bold.

Dalam peragaan busana tersebut, EJS juga menampilkan hasil kolaborasi dengan label Margaux milik Vilia Triadi, Mayang Fajar, dan Nancy Baharrizki. Eksotisme motif tie-dye yang diciptakan berpadu dengan aksen pleats (lipit) yang menjadi ciri khas Margaux. Menyesuaikan tema “Kaja, Kangin, Kelon, dan Kauh”, Margaux hadirkan tekstur pleats yang tidak biasa, menyerupai lidah api, tekstur ombak, tekstur segitiga, dan bulat-bulat yang menggemaskan.


Seluruh kekayaan alam yang terdapat dalam Pulau Bali tersebut ia implementasikan ke dalam koleksi celana, blus, outerwear, hingga terusan yang kasual. Siluet loose dengan potongan yang lebih simple, mudah dipadupadankan bahkan bisa dikenakan oleh berbagai bentuk tubuh. Melalui koleksi ini, EJS menunjukkan kecintaannya terhadap budaya tanpa mengesampingkan unsur modern yang relevan dengan gaya hidup di masa kini. 

(Kissy Aprilia, Images: Image.net – Femina Group)

You Might Also LIke