Stay in The know

Wedding

Lalui Depresi Masa Awal Pernikahan dengan Cara Ini

Lalui Depresi Masa Awal Pernikahan dengan Cara Ini

Post-wedding blues gangguan psikologis yang menyerang pengantin baru.


Kedua cincin telah tersematkan pada jemari manis, tanda Anda dan pasangan telah resmi menjadi pasangan suami istri.  Kebahagiaan langsung terpancar, tidak hanya dari mempelai,  namun juga pada semua tamu undangan yang hadir. Anehnya, kebahagiaan dan sukacita mendadak berubah menjadi rasa sepi dan kesedihan pasca pernikahan berlangsung, atau yang akrab disapa dengan post-wedding blues.


Melansir laman Dailymail.co.uk, Phillip Hodson seorang psikoterapis dari the British Association for Counselling and Psychotheraphy, mengemukakan bahwa satu dari sepuluh perempuan menderita post-wedding blues. Penyebabnya tidak hanya karena perasaan takut saja, namun seseorang yang terserang sindrom ini umumnya telah memiliki harapan terlalu tinggi mengenai kehidupan pernikahan, tetapi kenyataannya bertolak belakang dengan impiannya selama ini. 


Post-wedding blues merupakan suatu hal yang sebenarnya sangat normal terjadi pada sepasang mempelai, terutama mereka yang telah lama menikah. Rasa jenuh dan bosan tentu menghampiri pikiran setiap kali bertemu dengannya. Akan tetapi, jika perasaan tersebut datang lebih cepat—yakni selang beberapa hari pasca pernikahan, artinya Anda terserang post-wedding blues, yaitu saat seseorang merasakan kecewa, kesepian, bahkan kebosanan terus menerus hingga perdebatan begitu sering terjadi di awal pernikahan.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke