Stay in The know

Wedding

Bridezilla, Sindrom Kecemasan Pra Nikah

Bridezilla, Sindrom Kecemasan Pra Nikah

Penjelasan, faktor dan cara mengatasinya.

Durasi baca: 1 menit.


Ketika menjelang pernikahan, banyak hal yang perlu dipersiapkan dan tidak jarang calon mempelai juga menghawatirkan kehidupan setelah menikah. Perempuan dan pria memang memiliki cara berbeda dalam menghadapinya meski mengalami kecemasan yang sama. Pada perempuan, kecemasan berlebih menjelang pernikaha disebut dengan istilah bridezilla syndrome. Bridezilla berasal dari dua kata yaitu 'Bride' dan 'Godzilla' yang memiliki arti bahwa perempuan dengan sindrom ini mirip dengan 'godzilla' yang mudah marah, kesal, atau sedih menjelang pernikahan.


FAKTOR PENYEBAB

Dilansir dari Psychology today, Julian Breines Ph.D menjelaskan bahwa bridezilla bermula dari seseorang yang berubah menjadi sangat sensitif akibat rasa takut akan ketidaksesuaian pernikahannya dengan apa yang ia harapkan. Biasanya ketika perempuan lebih dominan dalam mempersiapkan pernikahan, tekanan yang didapatkan menjadi lebih besar. Breines menambahkan bahwa ada beberapa alasan mengapa sindrom bridezilla muncul, yaitu faktor  keuangan untuk mempersiapkan pernikahan, tuntutan keluarga hingga rasa tertekan akibat besarnya keinginan tampil cantik saat pernikahan.


Faktor dari dalam diri mempelai perempuan juga bisa sebabkan munculnya sindrom ini seperti rasa cemas yang berlebihan jika pesta tidak sesuai dengan harapan, ketakutan akan pesta yang tidak meriah atau kehidupan usai pernikahan. Perasaan tersebut tidak jarang membuat calon mempelai perempuan menangis, marah bahkan kesal tanpa alasan karena terlalu banyak kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan.



(Foto: Pxhere.com)


CARA MENGATASI

Berikan opsi konsep kepada keluarga

Untuk mengatasi munculnya sindrom bridezilla akibat faktor dari luar, Anda bisa memberi penjelasan secara detail terkait konsep pernikahan kepada keluarga. Sebaiknya, beri alternatif konsep agar keluarga bisa memilih mana yang lebih baik namun tidak jauh melenceng dari rencana yang Anda inginkan. Diusahakan konsep juga tidak keluar dari adat keluarga agar tidak timbul konflik. Berpikirlah terbuka bahwa pendapat keluarga juga pasti memiliki sisi baik untuk pernikahan Anda. 


Ingat, tidak ada yang sempurna

Hujan ketika acara berlangsung atau ada panitia pernikahan yang tidak bisa datang karena sakit bisa saja terjadi saat hari pernikahan Anda. Sebaiknya, buat langkah antisipasi ketika merencanakan pernikahan agar Anda dapat mencegah atau setidaknya meminimalkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.



(Foto: Pxhere.com)

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke