Stay in The know

Sex & Love

Sisi Positif yang Anda Dapatkan Saat Menikah di Usia Muda

Sisi Positif yang Anda Dapatkan Saat Menikah di Usia Muda

Menikah muda tidak selalu buruk, berikut alasannya.

Durasi Baca: 1 menit


Apa yang Anda pikiran dengan isu pernikahan dini? Seburuk apakah menikah di usia muda? Sebenarnya masih banyak sisi positif dari menikah lebih cepat. 


Seseorang dapat tergolong menikah muda pada saat sepasang calon suami istri berusia di bawah 21 tahun. Bersumber dari hellosehat.com, idealnya umur seseorang untuk menikah yaitu 21 tahun untuk perempuan, sedangkan 25 tahun untuk laki-laki. Namun, hal ini tidak bisa dijadikan patokan. Menikah tidak lagi berbicara soal usia, melainkan kematangan berpikir, kesiapan mental, komitmen, dan tanggung jawab seseorang dalam membina rumah tangga. Sehingga kedewasaan tidak bisa diukur semata-mata hanya dengan usia saja.


Daripada memikirkan isu dari sisi negatif, coba melihat ke sisi yang lebih menenangkan. Saat memutuskan menikah muda, tanggung jawab menjadi semakin besar dan keegoisan terhadap diri sendiri mau tidak mau sedikit melunak, karena Anda tidak hanya mengurus diri sendiri, melainkan suami dan nantinya akan mengurus anak. 


Sikap Anda yang terkesan boros saat masih lajang, lambat laun akan bergeser menjadi lebih hemat. Anda bisa belajar lebih bijak mengelola keuangan, karena finansial keluarga tidak melulu bergantung pada suami. Sebagai perempuan Anda tetap harus berusaha mencari tambahan, serta menabung untuk kebutuhan keluarga di masa depan. 


Bagi pasangan muda yang menginginkan momongan, maka keduanya masih memiliki waktu dan tenaga yang cukup besar untuk mencurahkan energi dan fokus terhadap hal tersebut. Jika ada hal yang menghambat suksesnya kehamilan, pasangan muda masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk mencoba berbagai kemungkinan secara optimal.


(Agra Mahira, foto: NGDphotoworks/pixabay.com)

You Might Also LIke