Stay in The know

Pregnancy

Tertarik Melakukan Water Birth? Perhatikan hal ini

Tertarik Melakukan Water Birth? Perhatikan hal ini

Pertimbangkan hal ini sebelum melakukan water birth.

Durasi baca: 1 menit 50 detik.


Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai melirik proses persalinan dengan cara water birth, seperti halnya yang dilakukan penyanyi Jazz Indonesia, Andien Aisyah. Sebenarnya water birth muncul sejak tahun 1803 di Prancis. Awalnya ada seorang ibu hamil yang mengalami kesulitan dalam proses persalinannya. Ketika itu dokter menyarankan untuk melahirkan di dalam bak yang berisi air hangat. Akhirnya pada tahun 1970, beberapa bidan dan dokter di Prancis dan Rusia mulai tertarik dengan teknik water birth.


Namun, water birth di Indonesia sebenarnya masih terbilang pro dan kontra dari beberapa pihak. Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) tidak menyarankan dan melarang melakukan water birth untuk proses persalinan. Menurut POGI belum ada penelitian yang jelas mengenai adanya keuntungan serta risiko yang diterima akibat water birth. Meski belum ada penelitian yang jelas, POGI membenarkan jika water birth membantu ibu lebih rileks dan mengurangi rasa sakit ketika proses persalinan. Sebagai bahan pertimbangan, GLITZMEDIA akan memberikan sekilas keuntungan dan risiko dilakukannya water birth, seperti berikut ini.


KEUNTUNGAN WATER BIRTH

Suhu air yang hangat yaitu 36-37 derajat celcius membuat tubuh menjadi lebih rileks karena air hangat mampu menurunkan horman stress dan meningkatkan hormon endorfin—penghambat rasa nyeri. Hasilnya memudahkan seorang ibu untuk melakukan proses mengejan. Selain itu, adanya proses persalinan dalam air dapat mengurangi tindakan epistomi (perobekan pada selaput pembatas antara anus dengan vagina). 



  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke