Stay in The know

Pregnancy

Kenali Amniotic Band Syndrome dan Penyebabnya

Kenali Amniotic Band Syndrome dan Penyebabnya

Simak kelainan fisik yang terjadi pada janin.


Amniotic Band Syndrome (ABS) atau sering disebut Sindrom Pita Cekik Kongenital merupakan kelainan genetik yang memiliki variasi begitu luas. ABS memiliki beragam rupa seperti bibir sumbing, perubahan bentuk kaki dan tangan akibat timbulnya hemangioma—tumor jaringan lunak pada bayi yang baru lahir. Kelainan ini paling sering terjadi pada trimester pertama dan kedua—periode pembentukan janin.


Gangguan ini terjadi akibat cairan amnion atau yang sering disebut sebagai air ketuban kurang dari angka normal—di bawah 300ml. Rendahnya produksi air ketuban tersebut dapat menyebabkan timbulnya pita-pita cekik dangkal pada dinding rahim. 


Pecah ketuban dini bisa disebabkan oleh beragam faktor seperti terjatuh akibat kecelakaan, merokok selama masa kehamilan, stres, polusi udara, hingga yang paling umum adalah terkena infeksi pada rahim hingga vagina. Tingkat kecacatan ABS biasanya menyerang pergelangan tangan, kaki, maupun area wajah (acrosyndactyly). Bahkan pita cekik dangkal dapat mencekik hingga mencapai tulang dan mengelilingi anggota badan calon bayi. 


Akibat cekikan tersebut sistem saraf akan mengalami gangguan. Hal inilah yang menimbulkan pembengkakan secara terus menerus dan bertambah parah seiring proses pertumbuhan janin berlangsung. Pada kasus ekstrim, janin penderita ABS dapat diamputasi di dalam rahim sehingga bayi lahir dalam keadaan tidak memiliki sebagian anggota badan. Oleh karena itu, jika Anda mengalami pecah ketuban dini sebaiknya segera periksakan kandungan ke dokter untuk memastikan kondisi janin.


(Maghfira Farhana, foto: Pexels.com)

You Might Also LIke