Stay in The know

Pregnancy

Benarkah Kegemukan dapat Memengaruhi Tingkat Kesuburan Seseorang?

Benarkah Kegemukan dapat Memengaruhi Tingkat Kesuburan Seseorang?

Ini alasan Anda harus menurunkan berat badan.

Durasi baca: 1 menit


Obesitas selalu identik dengan beragam penyakit dalam, seperti kolestrol, diabetes, hingga jantung, namun menurut penelitian yang dilakukan oleh British Fertility Society kegemukan juga bisa berdampak pada kesuburan. Pernyataan ini kian diperkuat dengan hasil jurnal yang diterbitkan oleh Aberdeen Fertility Centre.


Mereka telah melakukan survey kepada lebih dari 5000 pria untuk mendaftarkan body mass index (BMI) dengan cara membandingkan berat tubuh dengan tinggi badan. Menurutnya, BMI terbilang sehat jika mencapai angka 20 – 25, sedangkan BMI di atas 30 tergolong obesitas. Anda dapat mengukurnya dengan cara (berat badan : tinggi tubuh2).


Dari hasil riset tersebut ditemukan bahwa 60% sperma pada pria obesitas mengalami penurunan dibandingkan mereka yang memiliki BMI pada angka normal. Kemampuan berenang sperma menjadi lebih pendek, sehingga sulit mencapai pada indung telur. Selain itu, pria obesitas berpotensi mengalami kerusakan pada sperma yang menyebabkan rentannya terjadi kelainan genetik.


Selain pria, perempuan juga harus memerhatikan bobot tubuhnya. Obesitas akan membuat kerusakan pada sistem hormon dan berakibat pada siklus menstruasi yang tidak teratur dan perubahan masa subur. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki berat badan terlalu kurus hingga menjurus pada anorexia.


Bagi Anda yang ingin segera memiliki anak, sebaiknya mulailah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Hindari segala jenis makanan cepat saji, berlemak tinggi, dan memperbanyak serat. Imbangi pula dengan olahraga teratur minimal 3 kali dalam seminggu, agar metabolisme di dalam tubuh tetap berjalan lancar.


(Elizabeth Puspa, Foto: kaboompics.com)


You Might Also LIke