Stay in The know

Pregnancy

Amankah Melakukan Suntik Vaksin Difteri Bagi Ibu Hamil?

Amankah Melakukan Suntik Vaksin Difteri Bagi Ibu Hamil?

Cegah penularan difteri dengan suntik vaksin bagi ibu hamil. 

Durasi baca: 1 menit.


Virus corynebacterium diptheriae yang menyebabkan penyakit difteri membuat banyak orangtua khawatir akan kondisi kesehatan anak. Kewaspadaan ini juga berlaku bagi ibu yang tengah mengandung. Menurut dr. Mulya Rahma Karyanti, selaku dokter spesialis anak, semua orang—baik anak, remaja, dewasa, hingga ibu hamil—wajib melakukan suntik vaksin kembali secara berkala, yakni 10 tahun sekali.


Dr. Karyanti menengaskan bahwa suntik vaksin terdapat dua jenis, yakni Dt (Diphteria Tetanus) dan Td (Tetanus Diphteria). Kedua suntik ini berfungsi untuk mencegah terjadinya penyakit difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis). Meski mirip, namun keduanya memiliki fungsi berbeda. Vaksin Dt khusus diberikan bagi anak-anak berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 15 – 18 bulan, dan melanjutkan kembali saat mereka berusia 4 – 6 tahun dengan takaran 1 dosis.


  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke