Stay in The know

Motherhood

Spina Bifida, Kelainan Sumsum Tulang Belakang Pada Bayi

Spina Bifida, Kelainan Sumsum Tulang Belakang Pada Bayi

Ketahui gejala, penyebab, serta penanganan spina bifida.

Durasi Baca: 1 menit 30 detik 


Spina bifida, merupakan salah satu kelainan yang rentan dialami bayi ketika baru saja lahir. Penyakit ini disebabkan karena terjadinya celah pada sumsum tulang belakang hingga menimbulkan kerusakan pada jaringan dan saraf di bagian tersebut. Tingkat keparahan spina bifida tergantung ukuran, lokasi, dan saraf mana yang terpengaruh. Ketiga hal itulah yang mengukur dampak apa yang akan terjadi pada bayi, mulai dari gangguan fisik atau intelektual. Untuk lebih lengkapnya, mari simak penjelasannya berikut ini.


Jenis spina bifida

Spina bifida terbagi menjadi beberapa kelompok. 

  • Spina bifida okulta, terbilang jenis kelainan yang paling ringan dan tidak terlalu memerlukan penanganan khusus. Kondisi ini mengakibatkan ruas tukang punggung memiliki celah kecil, tetapi tidak memiliki efek besar bagi tubuh.
  • Meningokel, timbulnya sebuah celah berukuran cukup besar yang mengakibatkan selaput pelindung sumsum tulang belakang menonjol keluar hingga membentuk seperti kantung.
  • Mielomeningokel, kondisi ini terbilang sangat berbahaya, karena bagian kanal spinal terbuka lebar pada ruas tulang belakang hingga terbentuklah kantung—tidak berkulit yang menyebabkan selaput dan sumsum menonjol keluar daerah punggung. Akibatnya, anak menjadi rentan terkena infeksi dan kematian. 


Gejala spina bifida

  • Mengalami kelemahan otot sehingga tidak bisa menggerakan kaki atau tangannya.  
  • Memiliki gangguan saluran kemih dan pencernaan.
  • Penumpukan cairan pada otak yang dapat menyebabkan kejang dan gangguan penglihatan.
  • Tulang bekalang mengalami kebengkokan layaknya skoliosis (https://www.glitzmedia.co/post/sering-mengalami-sakit-di-sekitar-tulang-belakang-awas-skoliosis).

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke