Stay in The know

Motherhood

Sebenarnya Berapakah Usia Tepat Untuk Mengkhitan Anak?

Sebenarnya Berapakah Usia Tepat Untuk Mengkhitan Anak?

Mengkhitan anak saat bayi ternyata lebih baik daripada menunggunya remaja. Simak alasannya berikut ini!

Khitan, merupakan tindakan memotong sebagian kulit yang terdapat pada kepala penis seorang pria. Para orangtua di Indonesia umumnya, lebih memilih untuk melakukan khitan ketika anak berusia remaja, yakni 7 tahun ke atas. Padahal, menurut dr. Rui Martins, selaku dokter spesialis khitan, asal Toronto, menegaskan usia terbaik untuk melakukan khitan sebenarnya ketika anak berusia seminggu pasca melahirkan. 

Menurutnya, usia tersebut menjadi waktu yang paling tepat melakukan khitan, karena proses penyembuhan akan berjalan lebih cepat. Selain itu, pendarahan pun tidak akan berlangsung terlalu lama dan pembentukan sel darah maupun jaringan lebih mudah kembali normal dalam waktu cepat. 

Menurutnya, semakin lama Anda menunda, maka risiko juga semakin tinggi. Anak Anda harus memerlukan jahitan untuk menghentikan pendarahan. Ketika anak menginjak usia remaja, maka kemungkinan mereka mengalami trauma juga akan lebih besar. Berbeda saat mereka masih bayi. “The central nervous system is so immature prior to two weeks that infants basically have no memory,” tambahnya. Beban psikologis yang mereka terima biasanya bersumber dari cerita teman sebayanya, yang sudah lebih dulu melakukan khitan, hingga membuatnya merasakan takut berkepanjangan. 

Proses khitan pada usia remaja pun akan lebih sulit daripada bayi. Masalahnya, mereka akan lebih peka terhadap rasa sakit dan cenderung memberontak saat prosesi berlangsung. Hal ini dapat menimbulkan risiko lebih besar pada anak tersebut dan menimbulkan pendarahan maupun luka yang berlebihan.

Ia pun menambahkan, proses khitan dapat Anda lakukan sejak anak berusia di bawah 1 minggu, asalkan mereka tidak mengalami gangguan seperti infeksi pada kelenjar dan fimosis—jaringan parut pada kulup penis bayi. Jika mereka mengalami hal tersebut, sebaiknya khitan baru boleh terlaksana setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter.

(Elizabeth Puspa, Foto: Sasint/ Pixabay.com)

You Might Also LIke