Stay in The know

Motherhood

Ini Yang Terjadi Jika Gunakan Kekerasan dalam Mendidik Anak

Ini Yang Terjadi Jika Gunakan Kekerasan dalam Mendidik Anak

Jangan gunakan kekerasan untuk mendidik anak.

Durasi baca: 1 menit


Sigmun Freud, seorang neurolog yang menemukan teori psikoanalisis asal Austria, menjelaskan bahwa adanya perilaku seorang anak di masa lalu bisa berdampak saat mereka dewasa. Contohnya, ketika di masa kecil anak sering dimanja maka ketika dewasa ia akan cenderung egois. Hal ini terjadi karena semasa kecilnya ia merasa dirinya bisa dan berhak mendapatkan apa yang diinginkannya, sehingga menumbuhkan pribadi egois ketika dewasa. 


Ini membuat mendidik anak di masa kecilnya sangat penting. Sebaiknya, pikirkan terlebih dahulu cara apa yang cocok agar nantinya tidak berdampak ketika ia dewasa. Dilansir dari Psychology Today, mendidik anak dengan kekerasan malah membuatnya menjadi seorang yang keras bahkan kasar terhadap sekitarnya. Ketika anak mendapat pukulan kecil atau cubitan, maka ia akan berpikir bahwa apa saja bisa didapatkan dengan cara kekerasan. Ketika dirinya dicubit, anak akan menurut apa kata orangtua dan hal itu membuatnya bisa melakukan kekerasan juga kepada orang lain jika ingin keinginannya diikuti. 


Ketika orangtua memberikan kekerasan sebagai metode mendidik, anak bisa berpikir bahwa orang yang lebih besar dan kuatlah yang akan menang. Hal tersebut bisa berdampak pada pergaulannya di sekolah yang bisa melakukan pembulian kepada teman lainnya karena dirinya merasa kuat. 

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke