Stay in The know

Motherhood

15 Gejala Ini Menunjukkan Anda Mengalami Depresi Sebagai Seorang Ibu

15 Gejala Ini Menunjukkan Anda Mengalami Depresi Sebagai Seorang Ibu

Faktanya, masih banyak wanita mengalami depresi dengan perannya sebagai ibu.

Banyak yang mengatakan bahwa wanita akan merasa sempurna saat telah menjadi seorang ibu. Namun, saat melahirkan kondisi psikologis seseorang pun dapat berubah bermacam-macam, mulai dari bahagia, senang, hingga ketakutan dan kegelisahan. Parahnya, sebagian orang justru mengalami depresi pasca melahirkan.

Sebagian dari Anda mungkin menyangka bahwa sindrom pasca melahirkan ini disebut baby blues syndrome—terjadi selama 3–14 hari. Ternyata, kegelisahan yang dialami oleh para orangtua bisa berkembang dan lebih dari sekedar baby blues. Depresi ini disebut Postpartum Depression (PPD).

PPD memang seringkali dianggap sebagai baby blues pada awalnya, namun tanda-tanda dari permasalahan psikologis ini lebih intens dan lama. Gejalanya biasanya berkembang hingga beberapa minggu atau bahkan 6 bulan pasca melahirkan. Untuk memahi lebih lanjut, berikut adalah 15 tanda atau gejala dari PPD, dikutip dari situs Mayoclinic.org.


1. Perubahan Mood yang Parah

Sebentar-sebentar marah, menangis, dan kemudian berubah menjadi biasa saja—seolah tak terjadi apa-apa.


2. Menangis Berlebihan

Kadang, Anda menangis tanpa sebab hingga napas Anda tersengal-sengal.


3. Kesulitan Dalam Menjalin ‘Ikatan’ Terhadap Bayi Anda

Anda mengalami kesulitan dalam membentuk ikatan batin antara Anda dan sang buah hati.


4. Menarik Diri dari Keluarga dan Teman-Teman

Anda berusaha menutupi depresi tersebut dengan menghindari keluarga atau teman-teman.


5. Napsu Makan Berubah

Anda bisa saja makan lebih sedikit atau lebih banyak daripada biasanya ketika depresi ini terjadi.




6. Gangguan Tidur

Karena stres, Anda justru mengalami insomnia. Namun tak sedikit pula, ibu yang justru tidur terlalu banyak karena gangguan depresi ini.


7. Kelelahan

Anda akan merasa lemas, kurang energi, dan tak bergairah dalam menjalani berbagai aktivitas.


8. Tidak Menikmati Aktivitas

Jika biasanya Anda selalu senang ketika menjalankan hobi atau kegiatan yang memanjakan diri—seperti ke salon atau pijat—Anda justru tak bisa menikmati hal tersebut pasca melahirkan.


9. Sering Marah

Emosi mudah terpancing dengan hal-hal yang biasanya dapat Anda toleransi.


10. Takut akan peran sebagai ibu

Anda memiliki ketakutan berlebih akan peran sebagai ibu. Anda merasa bahwa diri Anda sulit menjadi sosok ibu yang baik.


11. Timbul perasaan bersalah

Anda seringkali merasa bersalah, tidak berharga, atau tidak mampu untuk menjalani peran sebagai seorang ibu.


12. Pikiran kalut

Anda tidak memiliki kemampuan untuk berpikir dengan jernih, tanpa rasa khawatir berlebih. Anda cenderung sulit berkonsenterasi dan takut mengambil keputusan.


13. Sering panik

Anda seringkali terserang rasa manik dan kecemasan yang luar biasa, hingga napas tidak teratur.


14. Rasa takut melukai diri Anda ataupun sang buah hati

Anda takut menggendongnya karena tak mau ia terluka atau takut menyusuinya karena tidak mau Anda terluka. Rasa kekhawatiran ini muncul sebagai tanda bahwa Anda mengalami postpartum depression.


15. Keinginan untuk bunuh diri

Rasa gagal sebagai ibu yang Anda alami membuat timbulnya keinginan untuk mati atau bunuh diri.


Jika salah satu tanda ini muncul hingga lebih dari 2 minggu lamanya, sebaiknya segera kunjungi dokter kandungan dan psikiater untuk membantu menemukan solusinya. Jangan menundanya, karena efek buruk akan dirasakan pula oleh suami, anak, dan orang-orang terdekat Anda.

(Shilla Dipo, Images: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke