Stay in The know

Glitz Journal

Merindukan Desainer Penguras Emosi

Merindukan Desainer Penguras Emosi

Mereka yang Berkesan Tidak Akan Terlupakan

Kembali lagi ke pembahasan desainer sebagai seorang seniman, maka apa yang tersaji sekiranya meninggalkan emosi tersendiri bagi mereka yang melihat. Contohnya Tex Saverio yang kerap membuat penontonnya tercengang, Auguste Soesastro yang membawa aura ketenangan dan kesederhanaan yang mewah di setiap peragaan busananya, Obin yang sangat menghargai sejarah kain batik dan tenun, atau Tities Sapoetra yang selalu penuh warna dan semangat ceria. Sebagian desainer memahami kultur di lingkungannya atau lingkungan tempat inspirasi mereka datang. Mereka tahu musik apa yang bisa menangkap emosi, bahkan koreografi seperti apa yang dapat mengilustrasikan konsep karya mereka. 


Tapi tidak sedikit pula melupakan kesatuan estetika tersebut sehingga apa yang mereka tampilkan tidak menggetarkan, mengikuti selera pasar, sales oriented—bahkan terasa hambar sehingga membuat hadirin tak sabar ingin segera keluar.


Kepahitan itu bisa saja dicegah jika pengetahuan dan selera tidak sebatas lagu “Twisted Nerve” oleh Bernard Herman, yang kerap saya dengar hampir setiap tahun di gelaran Jakarta Fashion Week. Pertanyaannya, sebenarnya sejauh apa intensitas ingin Anda capai untuk memberikan ‘nyawa’ terhadap karya Anda?




(Ayu Utami, foto: Aditya Virmana, instagram @lululutfilabibi) 

 


  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke