Stay in The know

Glitz Journal

Mengenal Pergeseran Makna Motif Garis di Dunia Mode

Mengenal Pergeseran Makna Motif Garis di Dunia Mode

Ikon ‘iblis’ yang akan kembali menjadi tren di 2018.

Durasi baca: 1 menit 25 detik


Motif garis atau stripes adalah salah satu elemen yang diprediksi akan meramaikan industri mode tahun 2018. Kehadirannya dalam industri mode jelas bukan yang kali pertama. Sejarah panjang telah dilalui motif garis, bahkan sejak abad pertengahan. Bukan hanya model pakaiannya yang berubah dari tahun ke tahun, melainkan juga arti serta makna yang ditonjolkan oleh motif garis.


Abad Pertengahan: Simbol Kriminalitas

Pada era kemunculannya di abad pertengahan, motif garis hanya digunakan oleh tahanan, pelaku kriminal, badut, hingga prostitusi. Motif ini muncul dalam 2 garis yaitu hitam dan putih. Penggunaan motif garis pada para pelaku kriminal ini bukan tanpa sebab. Pada abad pertengahan, garis merupakan simbol dari ‘satanis’. Hal ini tertuang dalam buku Michel Pastoureau tahun 2001 yang berjudul “The Devil’s Cloth: A History of Stripes and Striped Fabric”. Karena identik dengan kejahatan, salah seorang tukang sepatu di Prancis bahkan pernah dihukum mati hanya karena didapati mengenakan pakaian bermotif garis.


Abad ke-18: Dekat dengan Anak-Anak

Perbandingan kontradiktif muncul di tahun 1846 ketika Ratu Victoria asal Inggris mengenakan kaus bermotif garis pada anaknya, Albert Edward. Kala itu, Ratu Victoria sedang berada di kapal pesiar dan mendandani anaknya dengan kaus bermotif garis layaknya bajak laut. Sejak saat itu, banyak orangtua yang menggunakan motif garis pada anak-anak sebagai simbol kebaikan.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke