Stay in The know

Decor & Interior

Mengenal Konsep “Arsitektur Berkelanjutan” Pada Hunian Yang Ramah Lingkungan

Mengenal Konsep “Arsitektur Berkelanjutan” Pada Hunian Yang Ramah Lingkungan

Ingin membangun rumah yang ramah lingkungan? Yuk, terapkan konsep arsitektur berkelanjutan.

Konsep green living atau gaya hidup ramah lingkungan nampaknya mulai disadari oleh masyarakat. Tidak hanya mengubah menu makanan, konsep ramah lingkungan ini juga telah merambah ke lini gaya hidup lain, salah satunya adalah desain hunian. Penerapan konsep ramah lingkungan pada desain hunian bisa dilakukan dengan mengaplikasikan “suistainable achitecture” atau “arsitektur berkelanjutan”.


Jika dijabarkan, arsitektur berkelanjutan merupakan konsep arsitektur yang menerapkan cara untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan dengan adaya pembangunan tersebut. Pasalnya menurut data dari ASEAN Center for Energy (ACE) di tahun 2011, sebanyak 48% pemanasan global dihasilkan oleh pembangunan. Untuk menghambat pertumbuhan pemanasan global, salah satu cara yang dapat kita terapkan tentu bisa dimulai dari pembangunan hunian.


Sama halnya dengan pembangunan berkelanjutan, arsitektur berkelanjutan juga tidak terlepas dari 3 aspek utama, yaitu kemajuan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan keseimbangan ekologi. Untuk mewujudkannya, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan arsitektur berkelanjutan. Berikut adalah poin pentingnya.

<--- next page --->

Efisiensi Penggunaan Energi

Dalam mengefisiensi penggunaan energi, Anda dapat memanfaatkan sinar matahari sebagai pencahayaan alami. Selain itu, pemanfaatan air hujan sebagai irigasi tanaman di rumah juga menjadi salah satu solusi penghematan energi. Pembangunan dengan atap tinggi bisa menjadi solusi dari suhu ruangan yang panas, sehingga pendingin ruangan tidak terus menyala.

<--- next page --->

Efisiensi Penggunaan Lahan

Menurut Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, seharusnya terdapat 30%  ruang terbuka hijau pada wilayah kota. Untuk membantu pelaksanaannya, maka tiap rumah pun idealnya memiliki ruang terbuka hijau sebanyak 30%. Jadi, Anda perlu memanfaatkan penggunaan lahan seefisien mungkin agar 30% dari luas tanah yang dimiliki adalah ruang terbuka hijau, sementara 70% sisanya adalah bangunan.

<--- next page --->

Efisiensi Penggunaan Material

Dalam melakukan pembangunan, Anda dapat memilih material terbarukan. Selain itu, penggunaan material bekas juga dapat diaplikasikan pada bagian rumah. Anda juga dapat memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang sebagai furnitur di rumah. Jika ingin memulai dari hal kecil, Anda dapat meminimalisir penggunaan pipa air. Usahakan jarak dari pembuangan air ke septic tank tidak terlalu jauh, sehingga pipa yang digunakan lebih sedikit. 

<--- next page --->

Pengolahan Limbah

Salah satu cara paling mudah adalah mengganti tangki septic tank dengan Biority, hasil produksi dari Badan Litbang Departemen Pekerjaan Umum. Biorty merupakan singkatan dari Biologicaly Purity. Tangki ini merupakan tangki instalasi pengolahan air limbah rumah tangga yang memanfaatkan mikroorganisme dan berfungsi untuk mereduksi volume lumpur kotoran (tinja). Dengan penggunaan tangki ini, Anda dapat berpartisipasi dalam mengurangi tingkat pencemaran lingkungan.


(Shilla Dipo, Images: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke