Stay in The know

Career & Money

Trik Menghadapi Berbagai Macam Karakter Atasan Di Dalam Pekerjaan

Trik Menghadapi Berbagai Macam Karakter Atasan Di Dalam Pekerjaan


Seorang karyawan memang tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi atasannya saat bekerja di sebuah perusahaan. Agar bertahan dan sukses dalam bekerja, Anda pun diharuskan menyesuaikan diri dengan lingkungan perusahaan dan atasan.

Sama halnya seperti pasangan hidup, karyawan dan atasan diharuskan punya sinergi yang sama, bedanya urusan pekerjaan diharuskan menggunakan lebih banyak pikiran dan logika—dan meminimalisasi emosi.

Hubungan Anda dan atasan menjadi begitu penting untuk menciptakan sinergi yang baik demi kesuksesan perusahaan. Nah, karakter atasan yang bermacam-macam menjadi tantangan Anda agar bisa survive bekerja. Ketika Anda bisa menghadapi dan bekerja sama dengannya, pekerjaan akan mudah digenggam, motivasi terus meningkat, dan Anda pun lebih loyal pada perusahaan.

Saatnya mencuri ilmu bagaimana menghadapi berbagai macam karakter atasan atau pemimpin perusahaan di bawah ini.


Atasan Bersahabat 

KENALI KARAKTER “ATASAN BERSAHABAT” DI SINI

Atasan tipe ini bukan tanpa kelemahan lho, Glitzy. Intinya, jangan menyalahgunakan sikap baik dan hangat atasan. Tetaplah bekerja sesuai dengan job decription Anda, secara profesional, dan penuh tanggung jawab. Anda boleh mengutarakan pendapat dan masukan, tapi fokuslah pada kebaikan dan kemajuan perusahaan—bukan kepentingan Anda dan tim semata.  

Tunjukkan pula sikap sopan santun yang baik meskipun atasan tidak memberikan jarak kepada anak buahnya. Hindari sikap terlalu sok akbrab dan mencampuri urusan pribadinya. Ya, bagaimana pun dia tetap atasan Anda, kan?  


Atasan Arogan 


KENALI KARAKTER “ATASAN AROGAN” DI SINI

Tak ada salahnya mencari tahu apa yang digemari atasan tipe arogan. Ketika berdiskusi bukalah topik pembicaraan yang memilki relevansi dengan kegemarannya tersebut. Itu akan memudahkan Anda berkomunikasi kepadanya. Lakukan semua tugas yang diberikan dengan baik untuk menghindari konflik dengannya. Hindari melakukan kesalahan terlalu sering, kalau Anda tidak ingin menjadi sasaran empuk omelan atau kritik pedasnya. 

Sebaliknya, saat Anda mendapat kritikan atau penolakan akan ide yang diajukan, tak perlu langsung sakit hati. Jika Anda bisa mencari celah dan memenangkan hatinya—dengan cara positif—tipe atasan seperti ini justru tak segan menaruh kepercayaan yang besar kepada Anda.  


Atasan Nge-Bossy dan Diktator

KENALI KARAKTER “ATASAN NGE-BOSSY DAN DIKTATOR” DI SINI

Tipe atasan seperti ini biasanya menunjukkan kalau ia selalu benar dan tak terbantahkan. Jika Anda pemain baru di perusahaan, sebaiknya ikuti aturan main yang ada. Lakukan semua perintahnya, sambil cermati adakah ilmu pengembangan karier yang bisa Anda ambil selama bekerja di sana.  

Jangan menunda pekerjaan Anda, selesaikan semua tepat waktu sebelum atasan memberikan Anda tugas lainnya. Tak perlu pula terus-terusan mengeluh saat Anda merasa atasan sudah bertingkah berlebihan. Daripada menciptakan gosip dan lingkungan yang tak sehat, sebaiknya Anda mencari pekerjaan baru saja. 


Atasan Perfeksionis


KENALI KARAKTER “ATASAN PERFEKSIONIS” DI SINI

Pastikan Anda memiliki tingkat ketelitian tinggi dan sangat detail pada pekerjaan. Terbiasa bekerja dengan tipe atasan seperti akan membuat Anda belajar menjadi orang lebih teratur dan rapi. Meskipun tidak fleksibel dan cenderung kaku, tapi masalah yang timbul pada pekerjaan akan lebih mudah diatasi. 

Untuk mengindari kesalahan terjadi, sebaiknya bertanyalah (dan catat) semua detail yang diperlukan sebelum memulai menjalankan tugas darinya. Dengan begitu ketika menemukan masalah atasan pun tak langsung menyalahkan Anda. 


Atasan Cuek 

KENALI KARAKTER “ATASAN CUEK” DI SINI

Memiliki atasan tipe ini mengharuskan Anda yang lebih aktif ‘mengejarnya’. Jika atasan Anda adalah CEO perusahaan, sebaiknya atur jadwal meeting mingguan dengannya sebagai bentuk komunikasi rutin dan intens. Meskipun tak ditanya, sebaiknya Anda pun memberikan laporan secara tertulis (via email) tentang progress pekerjaan. 

Yang membahayakan, ketika masalah pada pekerjaan muncul, atasan tipe ini cenderung tak tahu persoalan, tak bisa menyelesaikan—dan parahnya lepas tangan. Karena itu, tanamkan jiwa mandiri dalam pekerjaan yang justru akan membuat diri Anda lebih maju secara personal.    


Atasan Minim Kompetensi 


KENALI KARAKTER “ATASAN MINIM KOMPETENSI” DI SINI 

Jika Anda sudah berada di level senior ke atas, sebenarnya paling buntu kalau menemukan atasan tipe ini. Ide darinya terasa mentok, mencari solusi pun mental. Tapi, jangan terburu emosi dulu, Glitzy. Ini kesempatan Anda untuk menjadi tangan kanannya menyelesaikan pekerjaan dan masalah di perusahaan. 

Meskipun memiliki kelemahan, atasan pasti punya kemampuan lebih di sisi lain. Kenali kelebihannya—seperti pandai berkomunikasi atau memiliki networking luas—yang ditularkan pada Anda. Intinya, Anda dan atasan harus bisa saling melengkapi kekurangan masing-masing agar pekerjaan lancar. Hindari pula pikiran negatif seperti mencari celah menjatuhkan atasan atau justru menjadikan kelemahannya sebagai bahan gosip dengan rekan kerja Anda.  


Atasan Turun ke Lapangan

KENALI KARAKTER “ATASAN TURUN KE LAPANGAN” DI SINI

Anda harus bisa bekerja dengan cepat, mengikuti ritme kerja atasan. Semangat dan jiwa pekerja keras harus melekat pada Anda agar bisa survive bekerja dengan atasan tipe ini. Belajarlah banyak hal dari atasan, terutama caranya menyelesaikan masalah dari akar dan melakukan supervisi. 

Atur pula manajemen waktu Anda agar tidak ada pekerjaan yang terlewatkan. Atasan tipe ini biasanya menuntut adanya alasan yang benar dan masuk akal, ketika Anda tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik.  


Atasan Tegas Berwibawa


KENALI KARAKTER “TEGAS BERWIBAWA” DI SINI

Sedikit mirip dengan atasan yang turun ke lapangan, Anda harus bisa menyesuaikan diri secara cepat kepada cara kerjanya. Anda jangan membawa masalah kepadanya tanpa solusi. Anda dituntut untuk memiliki kompetensi yang baik selama bekerja dengannya.

Galilah ilmu leadership dari atasan, bagaimana dia memimpin timnya, menyelesaikan masalah, menemukan ide, dan menyalurkan ide tersebut kepada timnya. Semakin intens hubungan kerja Anda, semakin banyak hal menarik yang akan ditemukan dalam pekerjaan.


Atasan Tebar Pesona

KENALI KARAKTER “ATASAN TEBAR PESONA” DI SINI 

Jaga tingkah laku atau attitude Anda dalam bekerja. Tak perlu menjadi jaim, sih, tapi sebisa mungkin tak memperlihatkan aksi yang mengundang perhatiannya. Tak perlu pula memberikan sign like, love, atau jempol, untuk semua status atau timelinenya di sosial media, jika tujuan Anda hanyalah mencari muka semata. 

Baiknya, atasan tipe ini biasanya mengikuti trend dan perkembangan zaman. Tak ada salahnya mendiskusikan ide kepadanya untuk mencari tahu informasi terdepan saat ini yang mungkin bisa bermanfaat untuk kemajuan perusahaan. 

(Saskia Damanik/Elizabeth Puspa, Image: Corbis)

You Might Also LIke