Stay in The know

Career & Money

Menyebalkan! Inilah 9 Kebiasaan Buruk Yang Paling Tidak Disukai Atasan & Rekan Kerja

Menyebalkan! Inilah 9 Kebiasaan Buruk Yang Paling Tidak Disukai Atasan & Rekan Kerja

Jangan sampai Anda memiliki salah satu diantaranya di lingkungan pekerjaan.

Every office has their own drama—but please don’t be the main character of it. Pasalnya, banyak orang yang tak menyadari bahwa sikapnya seringkali menjadi buah bibir rekan kerja hingga atasan. Tentu sebal rasanya jika bibir-bibir tersebut justru membicarakan tentang Anda, kan?

Sebelum menyalahkan rekan dan atasan, mengapa Anda tak introspeksi terlebih dahulu? Jangan-jangan apa yang diperbincangkan mereka justru memang menjadi kebiasaan yang sering Anda lakukan. Faktanya, ada 9 kebiasaan buruk yang paling tak disukai oleh atasan maupun rekan kerja. Apa saja? Simak penjelasan berikut ini.

(BACA JUGA: 7 Hal Yang Perlu Anda Lakukan Saat Menjadi Bahan Gosip di Kantor)


Membual

“When we’re proud of an accomplishment or about something good that happens to us, it’s natural to want to share the news with others. But sharing can easily become bragging,” ungkap Rosalinda Oropeza Randall, penulis “Don’t Burp in the Boardroom”. Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi indikator bila seseorang membual, yaitu:

  • Diungkapkan terus-menerus
  • Mengungkapkan dengan suara kencang
  • Mengungkapkan di depan saingan
  • Terdengar seperti melebih-lebihkan cerita

Sometimes, you just need to keep it and let them find it by themselves.


Sering Terlambat

“The professional thing to do is to arrive on time, ready to do what is expected. It’s not like they just sprung this job on you,” kata Randall, melalui situs Businessinsider.co.id. Sesekali, mungkin Anda memang terjebak oleh kemacetan atau ada urusan dengan tingkat urgensi tinggi. Namun jika hal ini terjadi berkali-kali, tentu atasan tak akan menyukainya—meskipun Anda izin terlebih dahulu. Tak hanya terlambat di jam masuk, keterlambatan juga mungkin terjadi ketika jam makan siang hingga dalam menyelesaikan pekerjaan. Hey, you need to learn how to manage your time, Glitzy.



Penjilat

Mungkin kita tak merasa bahwa sedang melakukan hal ini. Namun, motivasi berlebihan pada atasan justru akan membuatnya merasa bahwa Anda sedang merencanakan sesuatu dengan melakukan kebaikan tersebut. Misalnya, memuji penampilan atasan, mengirimkan pesan motivasi saat atasan akan presentasi, dan sebagainya. 

“There was one woman who would text me outside of work hours to say things like, 'Can't wait for your presentation tomorrow!' While her enthusiasm was great, texting your boss is never appropriate unless you need to communicate vital info fast and don't have access to e-mail,” ungkap salah seorang pengusaha—Ryan—yang menceritakan pengalamannya dengan anak buahnya, dilansir dari Cosmopolitan.com.


Alasan Izin Sakit 

Jujur, berapa kali Anda menggunakan izin sakit padahal hanya sedang malas bekerja? Dilansir dari situs Nbrii.com, setidaknya 32% dari karyawan di sebuah perusahaan mengakui melakukan kebohongan ini setidaknya sekali dalam setahun. Saat Anda mengambil hak izin sakit terlalu sering, maka timbul pertanyaan bagi atasan dan rekan kerja. 

Ada dua kemungkinan yang muncul di benak mereka. Pertama, Anda berbohong dan yang kedua adalah penyakitan. Jika memang Anda sakit dan memang membuat pekerjaan terganggu, sebaiknya jelaskan kondisi tersebut kepada atasan dan berikan keterangan dari dokter.


Bau

Seriously, it happens everywhere! Permasalahan ini seringkali hanya bisa disadari oleh diri sendiri. Tidak semua atasan dan rekan kerja dapat mengkritik bau badan rekan atau bawahannya karena rasa sungkan dan takut menyinggung. Tak hanya bau badan, namun juga mulut. Bayangkan deh, jika Anda harus meeting dengan seseorang yang memiliki bau badan atau napas yang tak sedap. 

Hal ini tentu sangat mengganggu dan menyiksa. Akibatnya, sebisa mungkin Anda pasti tak ingin banyak berinteraksi dengan orang tersebut. Ya, kan? “Funky breath and foul odors have to be handled one-on-one and in a setting that’s strictly private. No one said being the boss was easy,” tulis situs Nbrii.com.


Sibuk Dengan Ponsel

What division are you? Cell division? ‘Gerah’ rasanya menjadi atasan saat melihat bawahannya justru sibuk dengan ponsel ketimbang melakukan sesuatu yang berguna bagi perusahaan. Saat pekerjaan sudah selesai, bukan berarti Anda bisa bebas melakukan semua hal sesuka hati di jam kerja. Sebaiknya, lakukan sesuatu yang lebih positif. “I can't stand how all the paralegal assistants are on their phone all day. Do you think we don't notice? That's not what we pay you for!” ungkap Carla, salah seorang pengacara, dilansir dari Cosmopolitan.com.


Kurang Inisiatif

“Don’t ask me if you should buy lunch for the client, if the client is coming at noon. Call up the client and ask if they want lunch,” tulis Craig Childs, penulis Lifehack.org. Just think before you say a thing. Cobalah untuk memiliki inisiatif untuk melakukan suatu pekerjaan. Pahami karakter atasan agar Anda memahami kapan harus bertanya dan tidak—jadi jangan pula berinisiatif berlebih. Menanyakan hal-hal yang terlalu mudah dapat membuat rekan dan atasan justru merasa jengah. Mungkin jika Anda adalah karyawan baru, hal ini masih diwajari. Namun jika terjadi berkali-kali, tentu mereka akan kesal.


Mencari-Cari Alasan

Ini sebenarnya hal yang sangat mengganggu. Memang, mungkin Anda memiliki alasan saat melakukan kesalahan. Namun, ada kalanya Anda memang mendengarkan dulu atasan berbicara sebelum menjawab atau melontarkan alasan. Biasanya, atasan akan menegur Anda ketika kesalahan tersebut sudah dilakukan berulang. Cobalah untuk introspeksi diri sebelum melontarkan alasan demi alasan yang terkesan membual.



Drama

Hal ini sepertinya benar-benar menjengkelkan. Setiap diberikan tugas yang menantang, Anda mengeluh—seolah tugas itu adalah hal yang paling tak manusiawi yang pernah diberikan oleh atasan ke bawahannya. Can you just think positively? Diberikan tugas berat terkadang menjadi indikasi bahwa Anda sedang diuji, dipertimbangkan untuk dipromosikan, atau justru dipercaya untuk melakukannya. Just do your best and stop complaining.

Jika sudah introspeksi diri namun gossip miring masih menghampiri, Anda sebaiknya mencoba upaya lain untuk mengatasinya .

(Shilla Dipo, Images: Berbagai Sumber)

You Might Also LIke