Stay in The know

Career & Money

8 Alasan Mengapa Sebaiknya Anda Tak Membawa Pekerjaan ke Rumah

8 Alasan Mengapa Sebaiknya Anda Tak Membawa Pekerjaan ke Rumah

Ini alasan mengapa Anda harus menyelesaikan pekerjaan di kantor.

What happens in office stays in office, therefore you shouldn’t bring your work home. Pasalnya, ternyata banyak hal-hal negatif yang bisa terjadi kalau pekerjaan dilakukan di rumah. Sayangnya, banyak orang yang justru senang dengan kebijakan “bekerja di mana saja” dan memilih menyelesaikan tugas di rumah karena tak menyadari ancaman dari kebiasaan tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian dari Good Technology yang dimuat dalam Huffingtonpost.com, 80% dari 1000 orang di Amerika akan membawa pekerjaannya ke rumah. Lebih lengkap, inilah hasil penelitian tersebut:



Tentu, data tersebut menunjukkan belum adanya kesadaran banyak orang akan dampak buruk dari membawa pekerjaan ke rumah. Sebenarnya, apa sih, resikonya? Simak ulasan berikut ini, Glitzy.


Permasalahan di Rumah Bertambah

“You don’t get real productivity by simply ramping up the line speed…. In the beginning, everyone enjoys the extra pay; but we all get tired, pressures build up, people get edgy, and tensions break out,” kata Alexander Trotman, Kepala Ford Motor Co dalam wawancara yang dimuat di Time Magazine. Tekanan pekerjaan di rumah akan membuat semua anggota keluarga ikut merasakannya secara tidak langsung sehingga keharmonisan sulit tercipta.


Meningkatkan Depresi

Penelitian dari Finnish Institute mengemukakan bahwa adanya keterkaitan antara bekerja lembur, membawa pekerjaan ke rumah, dan tingkat depresi seseorang. Hal ini pun didukung oleh banyak penelitian lain yang mengungkapkan bahwa seseorang yang bekerja lebih dari sebelas jam perhari akan lebih mudah merasa depresi.


BACA JUGA: Sering Bekerja Lembur? Mungkin Anda Melakukan 6 Kesalahan Ini


Kinerja Menurun

Seorang psikolog sekaligus penulis, Dr. Michelle Callahan, mengungkapkan bahwa sebanyak 52% karyawan setuju bahwa membawa pekerjaan ke rumah dapat mengakibatkan keluarga merasa terganggu. Akibatnya, Anda yang membawa pekerjaan ke rumah akan merasa tidak dimengerti oleh pihak keluarga. Stres pekerjaan akan terbawa ke rumah, begitu pula sebaliknya, sehingga Anda tidak akan fokus bekerja saat berada di kantor.


Menghentikan Pemulihan Kondisi Mental dan Psikologis

Seharusnya, rumah menjadi tempat bagi Anda untuk ‘mengisi ulang’ semangat kerja sekaligus tempat yang meredakan rasa stres akibat pekerjaan. Saat pulang, seharusnya Anda merasa santai dan melepaskan segala kepenatan pekerjaan sehingga semangat kerja akan kembali muncul di pagi hari. Jika Anda masih berkutat dengan pekerjaan saat tiba di rumah, kapan pemulihan tersebut akan terjadi, Glitzy?




Kehidupan Pekerjaan dan Pribadi Tidak Seimbang

Dengan membawa pekerjaan ke rumah, kehidupan Anda sebagai wanita karier dan ibu menjadi tidak seimbang. Anda harus memahami jika keseimbangan akan terjadi ketika Anda dapat membagi kedua peran tersebut. Jika di rumah Anda sebagai ibu justru tetap berperan menjadi wanita karier, keseimbangan tersebut justru tak tercipta. Ingat, orang yang sukses secara keseluruhan adalah mereka yang bisa menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dan pribadi.


Tidak Bisa Menentukan Prioritas

Anda yang mencampuradukkan pekerjaan dan urusan rumah menunjukkan ketidakmampuan dalam menentukan prioritas. Anda juga terlihat tak bisa menghargai kehidupan pribadi dengan memberi ruang tanpa diganggu gugat dengan pekerjaan. Ingat Glitzy, bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk kerja.


Merusak Hubungan

Tak hanya pekerjaan yang menuntut perhatian dan tenaga, hubungan pun memiliki tuntutan yang sama. Bagaimana pun juga, Anda harus bisa memisahkan stres pekerjaan dengan orang tersayang di sekeliling Anda. Membawa pekerjaan ke rumah dapat mencampuradukkan urusan pekerjaan dengan hubungan Anda dan pasangan. Hal ini membuat pasangan merasa tidak diprioritaskan dan tentunya merusak hubungan Anda dengannya.


Merusak Hubungan Anda dengan Pekerjaan

Percaya atau tidak, Anda memiliki koneksi terhadap pekerjaan yang tengah dijalani. Sayangnya, hubungan antara diri Anda dengan pekerjaan tak akan membaik dengan membawa pulang pekerjaan ke rumah. Nyatanya, hal ini malah meningkatkan kecenderungan Anda untuk jenuh dengan pekerjaan. Untuk membuat hubungan dengan pekerjaan semakin erat, Anda justru perlu memberikan batasan. Karena itu, Anda perlu tahu persis kapan harus bekerja dan kapan tidak.

(Shilla Dipo, Images: Corbis)

You Might Also LIke