Stay in The know

Intermezzo

Menilik Keunikan Korea Selatan Mengatasi Sampah Makanan

Menilik Keunikan Korea Selatan Mengatasi Sampah Makanan

Kesadaran warga menggunakan teknologi untuk lingkungan bersih.

Durasi Baca: 1 menit 15 detik.


Tidak menghabiskan makanan dianggap masalah yang sepele bagi sebagian orang. Padahal, setiap tahunnya bumi menghasilkan 1,3 miliar ton sampah makanan. Angka tersebut diperoleh dari data yang dihimpun oleh Food and Argriculture Organization of The United Nation. 


Korea Selatan adalah salah satu negara yang menganggap hal tersebut sebagai sebuah masalah besar dan mengatasinya dengan cara inovatif. Cara inovatif tersebut dilaksanakan dengan program "Pay as You Trash". Secara sederhana, program ini mengharuskan seseorang membayar makanan yang tidak ia makan. Sebelum dibuang, sampah perlu dibagi menjadi tiga yaitu sampah makanan, yang dapat didaur ulang dan lain-lain di luar dua kategori tersebut. Pemerintah menyediakan tiga cara untuk membayar sampah dengan cara sebagai berikut.


KARTU RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION)

Dengan menggunakan kartu personal di tempat sampah khusus, tutup tempat sampah akan terbuka ketika kartu ditempelkan ke wadah pembuangan. Sampah secara otomatis diukur dan terekam di akun milik pengguna. Mereka perlu membayar tagihan sampah ini setiap bulannya. Adapula harga tempat sampah RFID dijual seharga KRW 1,7 Juta (IDR 19,4 Juta) dan bisa melayani sampai 60 rumah.



(Foto: Ikhoahoc.com)

You Might Also LIke