Stay in The know

Intermezzo

‘Jumanji’, Transformasi Film Klasik ke Modern yang Mengagumkan

‘Jumanji’, Transformasi Film Klasik ke Modern yang Mengagumkan

Hiburan memikat meski tidak sesuai harap.

Durasi Baca: 1 menit 20 detik.


Columbia Pictures

(7.5/10)


Jumanji (1995) karya sutradara Joe Johnston memikat hati banyak orang, termasuk kehadiran Robin Williams yang menjadi legenda dari film tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dengan diputarnya karya ini berulang kali di layar kaca bertahun-tahun setelah penanyangan perdananya di bioskop. Kecintaan terhadap film inilah yang mendorong Dwayne Johnson menjadi salah satu executive producer di film lanjutan Jumanji (1995). Film ini berjudul Jumanji: Welcome to The Jungle. Sebelum Anda menontonnya, simak ulasan GLITZMEDIA.CO yang telah menyaksikannya pada 19 Desember 2017 lalu di Plaza Senayan XXI.


Berkebalikan dengan Jumanji (1995) yang membawa dunia Jumanji ke kehidupan nyata, Jumanji: Welcome to The Jungle justru mengantar para pemainnya ke dalam dunia Jumanji. Fokus Jumanji: Welcome to The Jungle juga bukan lagi berupa papan permainan, melainkan game console sebagai wujud penyesuaian dengan masa sekarang. Permainan ini juga menyediakan tokoh yang dapat dipilih pemain, sehingga saat mereka terserap ke permainan Jumanji, ia turut menjadi karakter sebagai tokoh di dalam permainan tersebut.



(Foto: (dari kiri ke kanan) Spencer – Fridge – Bethany – Martha, Digitalspy.com)


Contohnya, Spancer (Alex Wolff) adalah seorang kutu buku yang penakut tetapi ia memilih karakter Dr. Bravestone (Dwayne Johnson), seorang yang kuat dan pemberani. Sementara itu Kevin Hart harus memerankan Moose Finbar yang kecil, pendek dan lemah sekaligus karakter Fridge (Ser’Darius Blain) yang merupakan pemain American Football. Setiap aktor dan aktris memang dituntut untuk berperan ganda. Meski semua berhasil berperan dengan lugas, namun aktor favorit kami dalam berperan ganda adalah Jack Black. Bagaimana tidak, ia memerankan tokoh Dr. Sheldon Oberon, ahli kartograpi, arkeologi dan paleontologi sekaligus Bethany, seorang perempuan SMA yang terjebak di dalamnya.

  • PAGE
  • 1
  • 2