Stay in The know

Intermezzo

Buku “Kitu” Mengajarkan Anak Akan Pentingnya Toleransi dan Keberagaman

Buku “Kitu” Mengajarkan Anak Akan Pentingnya Toleransi dan Keberagaman

Belajar toleransi dari kisah “Kitu” si Kucing Kecil Bersuara Ganjil.

Isu intoleransi belakangan ini kian mengusik kehidupan masyarakat. Ironisnya, sikap buruk tersebut semakin lama merambah kepada anak-anak ketika mereka terjun ke dalam pergaulannya. Sebagai orangtua, tentu peran Anda menjadi sangatlah penting. Terlebih jika usia anak masih menginjak usia 1–7 tahun. Artinya, peran orangtua masih mendominasi terhadap pembentukan karakter mereka. 

Banyak cara yang sebenarnya dapat Anda lakukan untuk mendidik anak-anak. Salah satu langkah termudah adalah mengajarkan mereka melalui satu kisah toleransi yang tertuang dalam buku karya Sekar Sosronegoro, berjudul “Kitu”, Kucing Kecil Bersuara Ganjil. Buku yang diluncurkan pada tanggal 22 Juli 2017 ini mengemas sebuah cerita ringan yang memiliki nilai moral begitu dalam.

"Terkadang orang-orang lebih nyaman bergaul dengan mereka yang memiliki kesamaan dengan kita, baik secara fisik, suku, maupun agama. Hal inilah yang membuat saya terpanggil untuk menuliskan buku seri pertama tentang toleransi ini. Saya ingin mengajak orangtua untuk menyadari bahwa Indonesia itu beragam dan anak-anak harus tahu betapa indahnya perbedaan itu," ujar sang penulis, saat bertemu di @America, Pacific Place pada 20 Juli 2017.

Buku bersampul kuning ini rencananya akan dibuat secara berseri setiap 3 sampai 6 bulan sekali. Sekar pun menggandeng Mira Tulaar sebagai ilustrator dan Siti Nur Andini selaku editor buku tersebut. Nantinya, mereka juga akan menerbitkan buku seri kedua yang membahas perihal prasangka dan diskriminasi.

"Sekilas buku ini memang terlihat serius, namun setelah Anda membacanya, semua tulisan maupun gambar yang dirangkai justru sangat ringan dan cocok untuk dibaca anak-anak. Mereka akan lebih mudah belajar saling menghargai dari kisah yang tertuang dalam buku tersebut. Ini adalah cara paling mudah untuk para orangtua mengedukasi anak tentang toleransi terhadap anaknya," tambah Najelaa Shihab.

(Elizabeth Puspa, Foto: Dok. Juris Bramantyo)

You Might Also LIke