Stay in The know

Events

Seeing is Believing: Harapan Baru Cegah Kebutaan

Seeing is Believing: Harapan Baru Cegah Kebutaan

Program Standard Chartered untuk penderita tunanetra.

Durasi Baca: 40 menit.


Gangguan penglihatan tidak hanya menjadi masalah bagi kaum dewasa aktif saja, tetapi juga anak-anak. Menurut data World Health Organization (WHO), terdapat sekitar 253 juta masyarakat mengalami kebutaan dan 60% diantaranya menyerang anak yang sebenarnya dapat dicegah. Standard Chartered mengadakan program CSR “Seeing is Believing”  untuk masyarakat demi meningkatkan kualitas hidup dan harapan melihat pada semua anak-anak di Indonesia.


Kami mengadakan program 'Seeing is Believing (SIB) yang berfokus pada pencegahan kebutaan. Kegiatan ini telah berjalan sejak tahun 2003 dan mendanai setidaknya lebih dari USD 9 juta untuk memberikan perawatan mata mulai dari anak hingga dewasa. Standard Chartered bekerjasama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) supaya para pasien mendapatkan penanganan dari para ahli,” ungkap Doddy Rochadi, selaku Country Head Corporate Affairs Standard Chartered, saat bertemu pada 27 Oktober 2017.



Kegiatan ini sengaja berfokus pada kesehatan mata, karena sebenarnya 90% kebutaan dapat dicegah. “Banyak faktor gangguan penglihatan pada anak salah satunya katarak. Sayangnya banyak orangtua yang tidak tanggap dan menyerah, padahal gejala ini masih bisa disembuhkan sebelum terjadi kebutaan permanen,” tambah PROF. Dr. Rita Sita Sitorus, SpM(K),PhD, selaku pakar kesehatan mata anak RSCM saat bertemu di Menara Standard Chartered Indonesia.


Dalam program ini mereka menyediakan beberapa fasilitas untuk penyandang bayi tunanetra, diantaranya pemberian vitamin A, pemeriksaan mata, pembagian kacamata, hingga operasi katarak. Mereka membuka program ini untuk sebagian lapisan masyarakat yang telah tergabung dalam komunitas-komunitas bank Standard Chartered dan beroperasi di beberapa titik daerah Indonesia.


(Elizabeth Puspa, Foto: pexels.com & Standard Chartered)

You Might Also LIke