Stay in The know

Events

Musisi Perempuan Indonesia Ramai-Ramai Rayakan Solidaritas Persaudaraan di Sisterhoodgigs Movement

Musisi Perempuan Indonesia Ramai-Ramai Rayakan Solidaritas Persaudaraan di Sisterhoodgigs Movement

Bersama para musisi perempuan, Sisterhoodgigs Movement rayakan ulang tahun ke-2.

Berangkat dari keresahan atas kian minimnya ruang berekspresi bagi musisi perempuan, serta kebutuhan bersinergi dalam berkarya, sejumlah musisi perempuan berinisiatif membentuk komunitas yang diberi nama Sistehoodgigs Movement. Terinspirasi oleh momen pergerakan bersejarah yang bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, maka tanggal 28 Oktober 2014 lalu, Sisterhoodgigs Movement memberanikan diri untuk menyediakan wadah bagi musisi perempuan agar dapat berkumpul, mengembangkan diri, dan berekspresi secara bebas.

Tak hanya menjadi wadah bagi bermusik, Sisterhoodgigs Movement juga memiliki kepedulian yang sama dalam hal kemanusiaan, seperti menyampaikan pesan stop kekerasan pada perempuan, menjaga keseimbangan alam, serta memperjuangkan hak perempuan dan anak. Dalam hal ini, Sisterhoodgigs Movement juga berkomitmen menyerukan gerakan dengan tagar #friendlymusiczone, untuk menciptakan zona bermusik yang nyaman bagi perempuan dan anak, dengan memastikan area musik tanpa asap dan menyediakan musik yang aman di telinga anak.


Pada tanggal 28 Oktober 2016 lalu, Sisterhoodgigs Movement pun melangsungkan perayaan ulang tahunnya yang kedua. Berlokasi di District 7 Bintaro, Tangerang Selatan, acara ini pun menghadirkan para musisi perempuan, seperti Kikan, Astrid, Melanie Subono, tERe, Yura Yunita, Sheryl Sheinafia, Lala Karmela, Nadya Fatira, mantan penyanyi cilik dari gerakan Save Lagu Anak—Dea Ananda, Leony, dan Natasha—dan masih banyak lagi. 

Selama 2 tahun berdiri, Sisterhoodgigs Movement sudah menghelat acoustic session sebanyak 20 kali dan melibatkan sejumlah musisi perempuan, baik yang sudah dikenal di masyarakat luas, ataupun yang memiliki potensi. Sisterhoodgigs Movement juga menyediakan kolaborasi musisi perempuan dengan brand “Sisterhood Collaboration” untuk merespon permintaan publik atas penampilan kolaboratif dari para musisi perempuan yang pernah berpartisipasi di Acoustic Sisterhoodgigs Movement. 


“Senang sekali bisa hadir di acara ini dan juga melihat bagaimana musisi perempuan memiliki wadah untuk berekspresi serta berkarya—mulai dari anak-anak hingga dewasa. Harapannya, semoga komunitas ini semakin berkembang dan tentunya memberi jalan dan ruang bagi para wanita di dunia musik,” ungkap Yura Yunita dalam acara tersebut.

Tak hanya acara musik, di perayaan ulang tahun Sisterhoodgigs Movement ini juga berlangsung acara garage sale, fashion show, mural, hingga song auction yang hasilnya didonasikan untuk mendukung perjuangan anti kekerasan pada perempuan.

(Shilla Dipo, Images:  GLITZMEDIA.CO)

You Might Also LIke