Stay in The know

Events

Cerita Di Balik Berkibarnya Bendera Pelangi Di Amerika Serikat

Cerita Di Balik Berkibarnya Bendera Pelangi Di Amerika Serikat


Jumat, 26 Juni 2015 lalu menjadi momen bersejarah bagi komunitas LGBT—lesbian, gay, biseksual, dan transgender—di dunia, khususnya Amerika Serikat. Pada hari tersebut, Mahkamah Konstitusi Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis di 50 negara bagian. 

“Hari ini kita mengambil langkah besar di dalam perjuangan mencapai kesetaraan. Pasangan gay dan lesbian sekarang memiliki hak untuk menikah seperti siapa pun,” tulis Presiden Amerika Serikat, Barack Obama di akun Twitternya dengan menggunakan hastag #lovewins

Keputusan oleh Mahkamah Konstitusi ini didasari pada 57% suara rakyat Amerika yang setuju dengan legalisasi pernikahan bagi LGBT. Pemerintah Amerika memberikan ‘fasilitas’ kepada ‘penganut’ LGBT untuk mendapatkan hak yang sama di depan hukum (perkawinan). 

“I personally won’t get married until everyone can in this state,” kata Ke$ha di akun Instagramnya. Selain Ke$ha, sederet artis seperti Miley Cyrus, Madonna, Lady Gaga, Taylor Swift, Ariana Grande, Joe Jonas, Justin Timberlake, dan Channing Tatum pun ikut mendukung kesetaraan ini.



Selebrasi Kebebasan

Pasca dilegalkannya pernikahan sejenis di 50 negara bagian Amerika, komunitas LGBT kembali menggelar NYC Pride—festival khusus komunitas LGBT—yang dilangsungkan pada 28 Juni 2015. Meskipun acara ini diwarnai hujan, namun ini tidak menghentikan euforia yang terjadi di sepanjang jalan Fifth Avenue, New York. 

Sebelumnya festival serupa, LA Pride, pun sudah digelar pada 12–14 Juni 2015 lalu di Santa Monica Boulevard, West Hollywood. Hanya saja pada saat acara berlangsung, Amerika belum melegalkan 50 negara bagian, melainkan 36 negara bagian saja.

Bendera pelangi—lambang komunitas LGBT—terlihat berkibar di acara yang tahun ini mengambil tema “Complete the Dream”. Sosial media pun diramaikan dengan foto-foto pelangi hingga hastag #LoveWins, #LoveIsLOve, dan #EqualityForAll.



Mengundang Protes dan Kontra 

Meskipun 50 negara bagian di Amerika Serikat sudah dilegalkan, namun keputusan Mahkamah Konstitusi ini tetap menuai kontra di sana. “Ini adalah keputusan yang tirani yudisial tidak terkontrol yang tidak konstitusional,” kata Mike Huckabee, mantan pendeta dan Gubernur Arkansas, sebagai bentuk protesnya.

Selain di Amerika sendiri, kontra juga berdatangan dari negara-negara lain yang menganggap hal ini melanggar ajaran agama dan kepercayaan. Situs LA Pride dan NYC Pride juga tertutup untuk diakses di beberapa negara lainnya, termasuk Indonesia sendiri.  Sikap, tanggapan, dan aksi untuk masalah sensitif seperti ini memang kembali ke personal masing-masing ya, Glitzy...

(Shilla Dipo)

You Might Also LIke