Stay in The know

Celeb Exclusive

Paradoks Kehidupan Penuh Inspirasi dari Isyana Sarasvati

Paradoks Kehidupan Penuh Inspirasi dari Isyana Sarasvati

Pribadi, jati diri, hingga perjalanannya menjadi musisi.

Durasi baca: 2 menit 20 detik


Kala itu GLITZMEDIA.CO menyambangi kantor Sony Music Entertainment Indonesia tepat pukul 13.00 WIB. Kunjungan tersebut bukan tanpa maksud, melainkan untuk menemui seorang perempuan cantik yang namanya semakin melambung di industri musik. Setelah menunggu sekitar 30 menit, sosok Isyana Sarasvati muncul di hadapan. Pembawaannya yang ceria, apa adanya, dan penuh tawa langsung menyambut kedatangan kami. “Hai, apa kabar?” sapanya sambil menyodorkan tangan. Dengan cepat, kami menyambut jabatnya.


Lahir di Bandung, 2 Mei 1993, Isyana Sarasvati tumbuh dari keluarga yang mencintai musik dan seni. Bakatnya di dunia musik sudah nampak dari usia sangat belia yaitu 3 tahun dan membuat ibunya—Luana Marpanda—mengasah minat Isyana. Profesi Luana sebagai guru musik rupanya mampu mengarahkan dan membentuk Isyana menjadi sosok yang sangat andal dalam bermusik. 


TUMBUH DARI KELUARGA PECINTA MUSIK

Dari kecil sudah banyak influence aku dalam bermusik, karena keluarga aku pecinta musik,” ucap Isyana ketika GLITZMEDIA.CO bertanya soal jati diri musiknya. Ia menambahkan bahwa keluarganya memiliki kecintaan musik berbeda. Diakuinya, Isyana dan ibunya lebih menyukai musik klasik, sementara ayahnya—Sapta Dwikardana—menyukai musik-musik karya The Beatles, Queen, hingga Il Divo. Berbeda lagi dengan kakaknya, Rara Sekar yang sempat tergabung dalam band folk Banda Neira. 


Kakakku yang mengenalkanku pada musik selain klasik seperti R&B dan memperdengarkan lagu-lagu Bryan McKnight, India Arie, dan musik-musik pop 2000-an seperti Backstreet Boys, Britney Spears dan lain-lain. Ini yang akhirnya membentuk aku menjadi musisi yang sangat tidak mengotak-kotakkan genre musik,” lanjutnya. Ia juga mengaku bahwa kebiasaan bermusik memang kerap dilakukan oleh keluarganya. “Dulu kalau lagi kumpul, (kami) sering banget nyanyi bareng di rumah. Kebiasaan yang dari lama itu mungkin juga jadi salah satu alasan yang membuatku jadi semakin suka dengan dunia musik,” kenangnya.

You Might Also LIke