Stay in The know

Celeb Exclusive

Mengenal Lily James Lebih Jauh

Mengenal Lily James Lebih Jauh


Sosoknya menjadi perbicangan dalam 2 bulan terakhir. Seperti apa sosok “the real Cinderella” ini? Simak cerita lengkap Lily James yang berhasil Glitz Media ulik di bawah ini.


Awal Karier 

Tepat berita ini dinaikkan, 5 April 2015, wanita bernama lengkap Lily Chloe Ninette Thomson sedang merayakan hari jadinya yang ke-26 tahun. Berita tentang aktris British, kelahiran 1989 di Esher, Surrey ini ramai menjadi perbicangan dalam 2 bulan terakhir karena perannya di film Cinderella sebagai tokoh yang sama dengan judulnya tersebut.

Lily menurunkan bakat seni dan akting dari sang ayah, James Thompson, seorang aktor dan musisi British. James meninggal dunia karena penyakit kanker pada tahun 2008. Sejak itu, Lily mengubah nama belakanganya menjadi Lily James untuk mengenang sang ayah. Bakatnya pun diperkuat dari sang nenek, Helen Horton, aktris ternama Amerika. 

Nama dan karier Lily pun mulai dikenal saat berperan sebagai Lady Rose MacClare—keponakkan dari Dowager Countess of Grantham—di serial televisi Downton Abbey. Karakter yang dimainkan oleh wanita lulusan London’s Guildhall School of Music & Drama ini cukup melekat di public sebelum akhirnya memerankan Cinderella. 


The Real Cinderella

Hampir seluruh gadis di muka bumi ini bermimpi menjadi Cinderella. Paket lengkap: balutan gaun indah, mengenakan sepatu kaca—ya, sepatu kaca yang begitu popluer itu—bertemu pangeran tampan, hingga memiliki kereta labu. Ah, dongeng itu kini menjadi nyata karena Lily berhasil mengenakan mahkota Cinderella. Tapi, benarkah semuanya seindah itu?  

“People talk a lot about, “you’re a Disney princess”, “you’re Cinderella”, and this and that. But for me, it’s all about the fact that I worked with Cate Blanchett and was directed by Kenneth Branagh. That’s the Cinderella story for me,” ujar Lily saat diwawancarai media Daily Beast. 

Bukan berarti tak senang. Memerankan karakter sebagai princess merupakan salah satu mimpi terbesar Lily, kok. Menurut Lily, Cinderella memiliki karakter yang istimewa dan (memberi kesan) baik. Cinderella dapat menjadi role mode yang baik bagi anak-anak, khususnya untuk membantu anak-anak menghadapi kesedihan dan kehilangan. 

Lily merasa diberi kesempatan untuk membuat cerita negeri dongeng menjadi nyata dengan mengisi karakter yang lebih spesifik. Hanya saja bagi Lily menjadi princess bukanlah hal mudah. Memerankan Cinderella menuntutnya sebagai the real Cinderella yang nantinya harus memberi contoh baik bagi anak-anak.


Sebelum Peran Cinderella Itu Datang...

Sebenarnya (awalnya) Lily mengikuti casting untuk peran saudara tiri Cinderella. Secara kebetulan, Lily telah mengecat rambutnya dari yang asli berwarna brunette menjadi blonde—karena tuntutan perannya sebagai Lady Rose di serial Downtown Abbey. 

Beruntungnya, casting director menganggap Lily lebih cocok menjadi peran Cinderella. Saat itu Lily langsung diberikan script casting sebagai Cinderella, and finally...Lily pun terpilih memerankan Cinderella. Oh, luckily Lily!


Kontroversi Korset & Pinggang Kecil

Sebelum memulai syuting film Cinderella, Lily mempersiapkan dirinya dengan mengikuti kelas yoga. Tujuannya untuk memiliki gesture tubuh seperti yang dimiliki Cinderella. Tak hanya itu, di film ini terdapat adegan di mana Cinderella harus menunggangi kuda di tengah hutan. Hal ini mengharuskan Lily untuk mengikuti kelas berkuda selama 6 minggu, tuh. 

Saat menonton film Cinderella, mata Glitzy akan dimanjakan dengan visualisasi indah dari kostum para pemainnya. Sandy Powell, costume designer di film ini mendesain ball gown untuk Cinderella, di mana dibutuhkan waktu 20 menit untuk mengenakan gaun ini, termasuk 10 menit hanya untuk memasang korset bertalinya saja. Ouch, kebayang pengorbanan Lily dan para pemain lainnya, ya.

“In Cinderella I was wearing a corset so tight. I could barely eat while in Downton. I have to wear a bra that flattens my chest and really hurts. I'm dying to get back to the theatre and do something modern,” curhat Lily dengan nada sedikit sedih. Untungnya Lily memang memiliki pinggang yang kecil. Efek ball gown yang lebar dengan crinoline di dalamnya membuat pinggang Lily terlihat makin kecil.


Pribadi Yang Simpel, Apa Adanya

“They’re like a mask—you put on these beautiful dresses and feel like a completely different person…because trust me, in real life I’m a massive slob!”. Aslinya Lily terbilang cukup cuek dan apa adanya. Soal penampilan, dia pun merasa nyaman hanya dengan mengenakan jeans dan T-shirt. 

Secara pribadi, Lily dikenal memiliki kepribadian yang baik, humoris, dan sabar. 

Begitu banyak tawa dan lelucon keluar dari bibirnya. Dia kenal bukan orang yang neko-neko. 

Buat Lily yang paling penting adalah menjadi sehat, percaya diri, dan tetap alami. Dia tak pernah menjadi stres hanya karena ingin kurus. I'm actually finding it really hard not to eat right now,” katanya. Ah, Lily ternyata sama seperti kita juga Glitzy!


Didukung Orang-orang Tercinta

Dukungan dari keluarga membuat Lily bersemangat menjalani profesinya berakting. “That's part of the enjoyment of it for me, knowing how much my family enjoy seeing me in it. It feels very special.” Lily merasa memiliki ibu peri dalam hidupnya, ibunya sendiri. Sang ibu dianggap sebagai sosok yang sangat hebat dan bisa menjadi sahabat. 

Dukungan lain, tentu saja Lily dapatkan dari sang kekasih, Matt Smith, aktor British, bintang dari "Doctor Who". Lily sudah mengonfirmasi hal ini kepada media New York Post dan InStyle, hanya saja dia tak mau berbicara lebih soal kehidupan percintaannya. 

“In regards to your love life, you’re just entering into a whole of pain if you talk about it. If you’ve never said anything, there are no sound bites to haunt you when you’re crying into a box of Kleenex after it all goes wrong,” menjelaskan alasannya.


Next Project

Lily yang disebut-sebut sebagai The Next Keira Knightly, sedang sibuk melakukan syuting di Lithuania untuk sebuah mini seri, Pride and Prejudice and Zombies. Lily berperan sebagai Elizabeth Bennett, seorang pembunuh zombie yang bertolak belakang dengan image cantik ala Cinderella. 

“I loved fighting, learning those scenes, getting strong, getting to kick the shit out of zombies,” ujarnya sambil tertawa. Lucunya, Lily banyak mendapatkan peran yang mengharuskannya menggunakan korset—termasuk di serial ini—hanya saja berbeda versi korsetnya dengan Cinderella, ya. 

Kabarnya pun Hollywood mulai mengincar Lily, walaupun hingga saat ini dia mengaku belum siap untuk hijrah ke Amerika. “I’m not ready to move to America yet, but I definitely want to challenge myself in my next role by doing something completely different. Yes, I want to do contemporary.”

Mari kita tunggu akting Lliy James selanjutnya, termasuk membuktikan bahwa Lily tak lagi mengenakan kostum berkorset—paling tidak untuk sementara waktu, deh.

(Kissy Aprilia & Saskia Damanik)

You Might Also LIke